• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 25 Oktober 2014
Serambi Indonesia

Penggunaan Kata Bahasa Indonesia

Minggu, 30 Juni 2013 08:43 WIB

Oleh Armia, S.Pd., M.Hum, Dosen FKIP Universitas Syiah kuala Banda Aceh armiaibrahim@ymail.com

Penggunaan bahasa Indonesia tidak dapat dihindari dalam komunukasi keseharian, baik di sekolah, kantor, di kampus, dan tempat-tempat lainnya. Disadari atau tidak dalam kegiatan komunikasi sehari-hari, kita menggunakan kata-kata bahasa Indonesia. Dalam berkomunikasi, khususnya dalam komunikasi resmi seperti surat-menyurat, berpidato, dan komunikasi dalam bentuk lainnya hendaknya menggunakan kata-kata bahasa Indonesia dengan benar,  karena dengan menggunakan kata-kata bahasa Indonesia yang benar, gagasan pikiran yang disampaikan juga akan tersampaikan dengan tepat. Selain dari itu, bahasa seseorang juga merupakan cerminan dari tingkat intelektual orang yang menggunakan bahasa itu.

Penggunaan bahasa Indonesia dalam berkomunikasi sering menggunakan kata-kata yang tidak benar antara lain; merubah, merobah, menyontek, mengenyampingkan, mensahkan, menyaratkan. Kata tersebut sering digunakan oleh masayarakat, baik pelajar, guru, dosen, pejabat dan awam. Disadari atau tidak penggunaan kata-kata tersebut menyimpang dari ketentuan bahasa Indonesia. Kata merubah merupakan kata berimbuhan yang berasal dari kata dasar ubah. Bahasa Indonesia tidak mengenal awalan  (prefiks) mer-. Awalan dalam bahasa Indonesia (Alwi, dkk. 2003) berupa awalan  meng- beserta alomofnya (me-, men-, mem-, meny-, menge-). Kata merubah merupakan penggunaan kata yang tidak tepat. Kata dasar ubah apabila diimbuhkan awalan meng-, menjadi mengubah.

Lain halnya dengan kata merobah. Penggunaan kata tersebut merupakan kesalahan kata,  yakni tidak terdapatnya awalan mer- dalam bahasa Indonesia dan kesalahan pada kata dasarnya. Dalam bahasa Indonesia tidak terdapat kata dasar obah. Kata dasar yang benar dalam bahasa Indonesia adalah ubah. Bahasa Indonesia hanya memiliki bentuk kata mengubah dan berubah.

Berbeda dengan kasus di atas, kata menyontek merupakan kesalahan kata yang disebabkan oleh pelesapan fonem awal kata dan kata dasar yang keliru. Kata menyontek bukan kata baku bahasa Indonesia. Dalam bahasa Indonesia hanya terdapat kata contoh bukan contek. Apabila kata contoh diimbuhkan awalan meng-, kata tersebut menjadi mencontoh bukan menyontoh. Kesalahan tersebut terjadi karena pelesapan fonem /c/ . Pelesapan fonem awal dalam bahasa Indonesia hanya terjadi pada kata dasar yang diawali dengan fonem /k/, /p/, /t/, /s/.  Demikian halnya untuk kata mencicil bukan menyicil, mencintai bukan menyintai.

Bagaimana dengan kata mengenyampingkan? Kata mengeyampingkan berasal dari kata dasar samping.  Kata dasar samping diimbuhkan preposisi ke menjadi   ke samping, ditambah akhiran -kan menjadi kesampingkan. Kata kesampingkan diimbuhkan awalan meng- menjadi mengkesampingkan. Karena setiap kata dasar dan dasar kata  yang diawali dengan fonem /k/, /p/, /t/, /s/ yang langsung melekat pada awalan meng- luluh apabila diimbuhkan awalan meng-, untuk kata mengkesampingkan yang luluh hanyalan fonem /k/ saja. Oleh karena itu, kata yang benar adalah mengesampingkan bukan mengenyampingkan. Demikian juga halnya untuk kata mengetengahkan bukan mengenengahkan.

Kata mensahkan juga merupakan kata berimbuhan yang salah penggunaanya. Kata tersebut berasal dari kata dasar sah. Setiap kata dasar yang bersuku satu dalam bahasa Indonesia diimbuhkan awalan  meng- dan alomofnya (me-, men-, mem-, meny-, menge-) mempunyai ketentuan bahwa (1) kata dasar yang diawali dengan fonem /k/, /p/, /t/, /s/ tidak luluh fonem awalnya. (2) setiap kata dasar yang bersuku satu apabila diimbuhkan awalan meng-, awalannya adalah menge-. Oleh karena itu, kata yang benar adalah mengesahkan bukan mensahkan. Sama halnya dengan kata mengepel bukan mempel, mengebom bukan membom, mengecat bukan mencat, mengelas bukan menlas.

Kata menyaratkan apabila digunakan pada kalimat “Orang itu menyaratkan truknya dengan kayu balok”, memang benar, karena kata berimbuhan itu terbentuk dari kata dasar sarat yang bermakna memenuhkan. Namun apabila kata menyaratkan digunakan pada kalimat “Panitia  menyaratkan peserta lomba untuk melampirkan KTP”, kalimat tersebut menjadi salah karena penggunaan kata menyaratkan. Seharusnya “Panitia mensyaratkan peserta lomba untuk melampirkan KTP”. Karena kata dasar syarat  yang bermakna ‘ketentuan’ apabila diimbuhkan konfiks meng-kan, kata yang benar adalah mensyaratkan karena kata dasar yang diawali dengan konsonan rangkap mendapat pengeculian dalam ketentuan peluluhan fonem awal tersebut.

Editor: bakri
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
215234 articles 16 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas