• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 24 Juli 2014
Serambi Indonesia

Kota Takengon tak Lagi Gelap

Kamis, 4 Juli 2013 11:16 WIB

TAKENGON - Sebagian Kota Takengon, Aceh Tengah, tadi malam kembali terang benderang oleh listrik, setelah sempat padam sekitar 25 jam akibat gempa 6,2 skala Richter (SR) yang terjadi Selasa (2/7) pukul 14.37 WIB. Pemulihan jaringan ini berlangsung lebih cepat dari yang diperkirakan semula.

Amatan Serambi, listrik mulai menyala seusai shalat Ashar kemarin. Tapi belum mencakup seluruh wilayah Kabupaten Aceh Tengah. Hanya di Kecamatan Kebayakan, Bintang, Lut Tawar, dan Bebesan yang aliran listriknya mulai normal.

“Saya juga surprise atas progress yang dicapai kawan-kawan di sini,” kata General Manager PT PLN Wilayah Aceh, Ir Sulaiman Daud yang tiba di Takengon dari Banda Aceh pukul 20.40 WIB tadi malam. Paginya, saat dihubungi Serambi di Banda Aceh, Sulaiman Daud masih bertutur tentang terhambatnya akses sekitar 100 petugas PLN dari Lhokseumawe, Bireuen, dan PLTA Peusangan ke Takengon, karena terjebak longsoran di Km 95, Desa Kebayakan.

Tapi ternyata, bantuan alat berat dan kerja keras warga mempercepat kawasan itu bisa ditembus, sehingga para petugas PLN langsung bisa beraksi melakukan recovery di sejumlah kecamatan dalam Kabupaten Aceh Tengah. Ujung-ujungnya, sehabis asar listrik di tengah Kota Takengon sudah menyala.

Hal itu dimungkinkan, terutama karena pembangkit listrik (genset) milik PLN di Desa Ayangan Takengon tidak ikut rusak akibat gempa. Hanya saja, pada hari gempa hingga malam harinya genset tersebut tidak dihidupkan, karena gempa susulan terus terjadi hingga Rabu dini hari.

Ir Sulaiman Daud juga menyebutkan, hingga kemarin ada beberapa titik yang belum bisa dimasuki oleh petugas PLN untuk melakukan perbaikan jaringan pascagempa. Umpamanya di Kute Panah dan Ketol. Di sini listrik belum menyala hingga tadi malam, karena banyak tiang yang tumbang diguncang gempa.

Sulaiman menambahkan, karena pemulihan jaringan itu dilakukan secara “keroyokan” oleh pegawai PLN Lhokseumawe, Bireuen, Aceh Tengah, dan PLTA Peusangan, sehingga sudah luas cakupan wilayah yang menyala listriknya.

Pada malam pertama gempa hampir seluruh Aceh Tengah dan sebagian Bener Meriah padam listriknya. Namun kemarin, tinggal 7.800 saja dari 42.000 pelanggan PLN yang masih padam listriknya. Pada hari ini (Kamis) ditargetkan akan bisa di-recovery 800 pelanggan lagi. Sedangkan sisanya sebanyak 7.000 pelanggan lagi tersebar di Blang Mancung 5.000 dan di Angkup 2.000 pelanggan. “Insya Allah recovery-nya bisa selesai dalam dua hari,” kata Sulaiman Daud tadi malam.

Ia juga menyebutkan akibat gempa banyak tiang listrik yang tumbang dan belasan trafo jatuh. Namun, perbaikan terus dilakukan bertahap sehingga kondisi mulai mengarah normal. Sebanyak 95 teknisi atas bantuan vendor/rekanan PLTA Peusangan (JBIC) dan AKLI DPC Takengon ikut membantu proses pemulihan jaringan tersebut.

Disebutkan juga bahwa PLTD Ayangan (mesin PLN plus mesin sewa) kondisinya aman dan tetap beroperasi normal, sehingga pasokan arus listrik untuk Kota Takengon dan Janarata aman.

Kondisi kelistrikan di Kabupaten Bener Meriah akibat gempat itu justru lebih baik dibanding Aceh Tengah, karena arus listrik dari Bireuen hingga ke Janarata (Simpang Tritit) tetap menyala.

Amatan Serambi tadi malam, meski sebagian Takengon sudah kembali diterangi listrik, tapi kota dingin ini masih terbilang sepi. Warung jarang yang buka. Begitu ada satu dua warung yang buka, langsung diserbu pembeli, baik mereka yang berstatus korban gempa maupun regu penolong yang mulai masuk Takengon sejak kemarin siang.

Wartawan Serambi, M Anshar yang menyertai rombongan Gubernur Zaini Abdullah ke Takengon melaporkan seharian kemarin susah bagi mereka mendapatkan makanan dan air minum di kota yang porak-poranda digoyang gempa itu. (gun/dik)

Editor: hasyim
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas