• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 24 Oktober 2014
Serambi Indonesia

Jaksa Tahan Ketua KoBar-GB Aceh

Sabtu, 6 Juli 2013 13:00 WIB

* Sekretarisnya Sesalkan Penahanan

BANDA ACEH - Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh menahan Ketua Koalisi Barisan Guru Bersatu (KoBar-GB) Aceh, Sayuthi Aulia, selama 20 hari di Rutan Banda Aceh, Gampong Kajhu, Aceh Besar, sejak Kamis (4/7). Pria yang kerap memimpin demo guru itu sejak beberapa waktu lalu ditetapkan sebagai tersangka kasus perbuatan tidak menyenangkan terhadap seorang guru.

Perbuatan tidak menyenangkan itu dilaporkan seorang guru SMAN 3 Banda Aceh kepada polisi, April 2013. Ia menuduh Sayuthi telah melapornya ke Kadisdikpora Banda Aceh, sehingga ia mengklaim gara-gara laporan itulah ia dipindah dari SMKN 5 Telkom ke SMAN 3 Banda Aceh. Guru tersebut menganggap ketika itu Sayuthi telah melakukan perbuatan tak menyenangkan kepadanya. Tapi hal dibantah Sayuthi.

Sayuthi justru ditahan seusai ia dan berkas perkaranya dilimpahkan penyidik dari Polsek Luengbata ke Kejari Banda Aceh.

Informasi ini awalnya diperoleh Serambi dari beberapa guru di Banda Aceh. Kajari Banda Aceh, Soufnir Chibro SH melalui Kasi Pidum Mukhzan SH membenarkan informasi tersebut.

Menurutnya, pada Kamis (4/7), seusai menerima pelimpahan tersangka dan berkas perkaranya dari Penyidik Polsek Luengbata, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Syarifah Rosnizar SH memintai keterangan Sayuthi.

“Seusai diperiksa, seperti tersangka lainnya, petugas Kejari membawa yang bersangkutan ke ruang tahanan persis di belakang ruang pemeriksaan. Tetapi bukan ditahan, melainkan diamankan sementara sambil menunggu apakah tersangka tetap tidak ditahan, seperti halnya ketika di Polsek atau ditahan. Nah, ketika itu yang bersangkutan arogan kepada petugas dan mempersoalkan pengamanan sementara itu,” kata Kasi Pidum menjawab Serambi kemarin.  

Karena dinilai arogan, maka JPU dan Kajari menilai tersangka dikhawatirkan dapat mempersulit proses hukum, termasuk dikhawatirkan dapat mengintimidasi korban jika tidak ditahan, sehingga ia ditahan.

Menyesalkan
Sekretaris KoBar-GB Aceh, Husniati Bantasyam sangat menyesalkan penahanan itu. Menurutnya, seusai pemeriksaan di Kejari, JPU tidak memberi tahu kepada Sayuthi bahwa dirinya akan ditempatkan sementara di ruang tahanan sebelum ditetapkan ditahan atau tidak. “Jadi, beliau terkejut dan mempertanyakan kepada petugas yang membawa dirinya ke ruang tahanan. Ini sangat wajar, apalagi Pak Sayuthi kelelahan, karena baru pada pagi hari itu tiba dari Bireuen merawat istrinya yang sedang sakit,” kata Husniati yang mengaku ikut melihat saat kejadian ini.

Menurut Husniati, atas kejadian ini Kajari menilai Sayuthi arogan sehingga ditahan atau Kajari tak bersedia mengabulkan permintaan dirinya dan Ketua GAM-GB Aceh, Tarmizi yang meminta agar rekannya itu tak ditahan. Bahkan, kata Husniati, kemarin ia kembali ke Kantor Kejari Banda Aceh dengan seorang pejabat Disdik Aceh membawa surat Kadisdik Aceh, Anas M Adam yang menjamin Sayuthi bisa bersikap kooperatif, sehingga tak perlu ditahan.

“Tapi tak ada seorang pegawai pun di Kantor Kejari ketika kami datang sekira pukul 15.00 WIB, karena itu surat tersebut belum bisa kami sampaikan,” ujar Husniati.

Ditanyai terpisah, Kasi Pidum Kejari Banda Aceh, Mukhzan SH membenarkan bahwa dalam UU, tersangka atas perbuatan dengan ancaman pidana di bawah lima tahun, termasuk perbuatan tak menyenangkan terhadap orang lain, memang tak boleh ditahan.

“Akan tetapi, dalam Pasal 21 KUHAP diatur pengecualian terhadap tersangka atas perbuatan pidana di bawah lima tahun ini bahwa juga bisa ditahan, jika dinilai tak kooperatif, dikhawatirkan menghilangkan barang bukti, dan melarikan diri. Sikap arogan seperti itu bisa dinilai tak kooperatif atau bisa-bisa mempersulit proses hukum,” ujar Mukhzan. (sal)

Editor: hasyim
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
221073 articles 16 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas