• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 20 September 2014
Serambi Indonesia

Gempa Gayo Bencana Aceh

Senin, 8 Juli 2013 10:57 WIB
Gempa Gayo Bencana Aceh
SERAMBI/MAHYADI
Puluhan anak-anak korban gempa di Kampung Jaluk, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, Minggu (7/7) mengikuti sekolah ceria yang digelar oleh rumah zakat. 

* Gubernur Teken SK Tanggap Darurat

BANDA ACEH - Gubernur Aceh menetapkan gempa Gayo (Aceh Tengah dan Bener Meriah) sebagai bencana Aceh (berskala provinsi) dan sekaligus menandatangani surat keputusan pelaksanaan tanggap darurat, Minggu 7 Juli 2013.

“SK pernyataan (status) bencana dan pelaksanaan masa tanggap darurat perlu kita buat untuk dasar pembiayaan program dan kegiatan yang akan dilakukan dalam masa tanggap darurat yang telah kita tetapkan pada 3-16 Juli 2013,”  kata Gubernur Aceh, Zaini Abdullah kepada wartawan usai rapat kedua penanggulangan bencana gempa Gayo dengan semua Kepala SKPA, di Pendopo Gubernur, kemarin.

Gubernur didampingi Kepala Bappeda Aceh, Prof Dr Abubakar Karim MS dan Kepala Biro Humas Setda Aceh, Nurdin F Joes menegaskan, bencana gempa berkekuatan 6,2 SR yang mengguncang Aceh Tengah dan Bener Meriah pada 2 Juli 2013 perlu secepatnya ditetapkan statusnya sebagai bencana provinsi. Ini dimaksudkan agar penanganan masa tanggap darurat bisa secepatnya dilakukan dan ada dasar hukum pembiayaan pelaksanaan program dan kegiatan masa tanggap darurat oleh Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA).

“Setelah SK Pernyataan Bencana Gempa dan Pelaksanaan Tanggap Darurat kami teken, maka komando pelaksanaan tanggap darurat dan rehab rekons pascabencana gempa Gayo (di Aceh Tengah dan Bener Meriah) menjadi tanggungjawab Pemerintah Aceh,” tandas Gubernur Zaini Abdullah.

Terkait dengan itu, Gubernur memerintahkan seluruh Kepala SKPA terkait segera membuat program untuk masa tanggap darurat 3-16 Juli 2013 guna meringankan beban hidup korban dan pengungsi sebelum bisa beraktivitas secara normal.

Misalnya, kata Zaini, Dinkes Aceh membuat program penanganan korban patah tulang dan sakit lainnya untuk penanganan darurat penyakitnya sebelum sampai pada masa rehab rekons dan penyembuhan secara normal. Kemudian membuat program puskesmas darurat.

Dinas Pendidikan, lanjut Gubernur, perlu juga membuat program pembangunan ruang belajar darurat agar setelah lebaran nanti anak-anak sekolah yang sekolahnya hancur akibat gempa, proses belajar mengajar tetap berjalan.

Begitu juga Dinas Cipta Karya, buat program pembangunan tempat hunian sementara agar pengungsi tidak terus tinggal di tenda. Contoh lainnya, Dinas Sosial membuat program penyaluran bantuan kepada pengungsi, misalnya sembako menjelang puasa, kain sarung, dan selimut, karena mereka belum bisa beraktivitas normal. “SKPA terkait lainnya juga perlu secepatnya membuat program dan melaksanakan dalam masa tanggap darurat agar korban bencana bisa segera bangkit,” ujar Gubernur Zaini sambil mengingatkan jangan ada SKPA yang bermain curang atau tidak jujur dalam menyusun program dan anggaran pelaksanaan tanggap darurat bencana gempa Gayo.

Terkait dengan penanganan pascabencana, Gubernur Zaini mengucapkan terima kasih kepada TNI, Polri, SKPA, PMI, Satgas, Tagana, BPBA, BNPB, relawan kemanusiaan, lembaga non-pemerintah dan elemen masyarakat sipil lainnya yang telah memberikan bantuan kemanusiaannya dengan ikhlas untuk meringankan beban hidup para korban dan mencari para keluarga yang hilang.(her)

Editor: bakri
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
222223 articles 16 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas