Istri Juragan: Rk dan Fd Dipaksa Karang Pengakuan

Maya Purnama Sari (22), istri Samsuardi alias Juragan yang kini menjabat Ketua DPRK Nagan Raya

Istri Juragan: Rk dan Fd Dipaksa Karang Pengakuan
SERAMBI/DEDI ISKANDAR
Maya Purnama Sari, Isteri Ketua DPRK Nagan Raya, Samsuardi. 

* Juga Diminta Bayar Tebusan

SUKA MAKMUE - Maya Purnama Sari (22), istri Samsuardi alias Juragan yang kini menjabat Ketua DPRK Nagan Raya, membeberkan fakta baru tentang dugaan penganiayaan oleh sejumlah pria yang disebut-sebut sebagai pengawal suaminya terhadap dua pemuda, Senin (8/10) di wilayah hukum Nagan, sebagaimana diberitakan Serambi kemarin.

Datang khusus ke Biro Harian Serambi Indonesia di Meulaboh, Rabu (10/7) siang untuk tujuan klarifikasi, Maya berkali-kali menyebut kata rekayasa. Ia juga menjuluki para pria yang mengasari temannya itu sebagai “penculik”.

“Semua yang mereka nyatakan itu rekayasa. Tidak benar bahwa saya dipergoki sedang berduaan dengan seorang pemuda di dalam sebuah kafe di kawasan pantai Kuala Bubon, Aceh Barat,” kata Maya.

Selain itu, kata Maya, ia sama sekali tidak pernah bertemu dengan pemuda Rk (20) yang dia sebut sebagai temannya di pantai itu. “Demi Allah kami tidak bertemu di situ. Kami justru bertemu di pantai Nagan Permai Indah, tepatnya di kawasan Desa Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya. Tapi saat bertemu kami tidak berduaan, seperti digosipkan. Saya justru sedang bersama tujuh anggota keluarga saya,” kata Maya.

“Saya sedih, teman saya Rk dan Fd dihajar hingga babak belur oleh orang yang menculik mereka, lalu dipaksa mengaku bahwa saya dan teman saya itu seolah-olah berduaan di dalam kafe pantai Kuala Bubon. Padahal, itu sama sekali tak pernah ada. Ini yang saya sebut rekayasa,” kata Maya didampingi saudara dan seorang anaknya.

Menurut Maya, Rk dan Fd (keduanya 20 tahun) merupakan temannya semasa SMP dulu. Jadi, tidak pernah ada hubungan asmara antara ia yang sudah diperistri Juragan dengan Rk maupun Fd.

“Kejadian yang menimpa teman sekolah saya itu telah direkayasa oleh penculik untuk mendapatkan keuntungan dan merusak rumah tangga saya. Makanya perlu saya klarifikasi untuk menjelaskan kejadian yang sebenarnya, dengan harapan agar semua masyarakat tahu apa yang sebetulnya terjadi,” ucap Maya.

Versi Maya, sebelum Rk dan Fd diculik sejumlah pria yang datang naik dua mobil, sekitar pukul 18.00 WIB hari Senin itu, Maya bersama enam saudaranya yang lain sedang berada di Pantai Indah Naga Permai. Dari pantai itu ia berkomunikasi dengan Rk, temannya, via ponsel untuk menanyakan di mana posisi pemuda itu.

Rk, menurut Maya, mengaku kepadanya sedang berada di depan RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, Aceh Barat, mengambil obat untuk ibunya yang sakit. Saat itulah Maya minta tolong pada Rk supaya dibelikan susu formula untuk anaknya. Maya berjanji akan mengganti uang Rk setelah susu tersebut diserahkan kepadanya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Tags
penculikan
Editor: bakri
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help