• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 22 Agustus 2014
Serambi Indonesia

Sekeluarga Dukun Cabul Disidang

Jumat, 19 Juli 2013 09:23 WIB
Sekeluarga Dukun Cabul Disidang
SERAMBI/BUDI FATRIA
Polisi mengapit terdakwa pencabulan yang akan disidang di Pengadilan Negeri Banda Aceh, Kamis (18/7). Mereka sekeluarga didakwa mencabuli seorang anak. 

* Korban Sempat Tendang Terdakwa

BANDA ACEH - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Banda Aceh menggelar sidang perdana secara tertutup terhadap sekeluarga, yaitu suami istri dan dua anak lelaki mereka di PN setempat, Kamis (18/7). Mereka didakwa mencabuli seorang anak di rumah mereka dan rumah korban di kawasan Kecamatan Tringgadeng, Pidie Jaya, pada 2009-2013.

Namun, sidang ini digelar di PN Banda Aceh karena banyak korban warga Tringgadeng yang sudah menetap di Banda Aceh. Awalnya mereka ingin berobat ke rumah terdakwa, tetapi tak diobati, melainkan disetubuhi untuk alasan berobat. Para korban mengatakan mengikuti saja semua permintaan sekeluarga dukun cabul ini karena mereka mengaku sudah seperti dihipnotis.

Para terdakwa suami istri ini berinisial Is (58) dan Rd (53) serta dua anak mereka, yakni DI (27) dan RS (22). Bahkan, RS yang juga mahasiswa salah satu kampus di Banda Aceh sudah pernah divonis enam tahun penjara di PN setempat pada Februari 2013 karena mencabuli seorang wanita telah bersuami di Banda Aceh, yang mengaku diobatinya pada Agustus 2010.

Kemarin, pertama wanita Rd disidangkan. Saat dibawa dari ruang tahanan sementara wanita PN Banda Aceh ke ruang sidang sekitar 15 meter, para korban dan keluarganya yang sudah dari awal mencaci maki terdakwa, mengejar wanita ini. Namun, perempuan itu tak berhasil dipukul karena dikawal ketat polisi bersenjata hingga sampai ke ruang sidang.

Begitu juga ketika sudah selesai sidang, wanita ini tak berhasil dipukul para korban hingga ia kembali dalam ruang tahanan PN. Selanjutnya, polisi mengeluarkan suami Rd berinisial Is dari ruang tahanan pria. Lelaki tua ini juga tak berhasil dipukul para korban, kecuali dicaci maki. Hingga selesai sidang, ia diamankan kembali ke ruang tahanan PN.(sal)

Editor: bakri
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
227193 articles 16 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas