Selasa, 25 November 2014
Serambi Indonesia

Bendera Bintang Bulan Dibakar

Minggu, 28 Juli 2013 11:08 WIB

Bendera Bintang Bulan Dibakar
SERAMBI/GUNAWAN
Puluhan massa PETA dan Laskar Merah Putih menurunkan dan membakar bendera bulan bintang di Simpang Lima, Kecamatan Lut Tawar, Aceh Tengah, Sabtu (27/7). Sebelumnya bendera itu berkibar di atas pohon cemara di kawasan Bundaran Simpang Lima pusat kota itu. 

TAKENGON - Kontroversi seputar bendera Bintang Bulan terus saja mengemuka setelah pertemuan antara Gubernur Aceh dan pimpinan DPRA dengan Tim Kemendagri, di Pendapa Gubernur Aceh, Rabu (25/7) lalu. Selain memicu debat pendapat, polemik bendera ini juga kembali memanaskan suasana di wilayah tengah Aceh.

Pada Sabtu (27/7) kemarin, puluhan warga yang mengaku sebagai anggota Pembela Tanah Air (PETA) dan Laskar Merah Putih, melakukan aksi demonstrasi dan membakar selembar Bendera Bintang Bulan di Simpang Lima, Kecamatan Lut Tawar, Aceh Tengah. Sebelumnya bendera ini berkibar di atas pohon cemara setinggi 30 meter, di kawasan bundaran Simpang Lima, pusat Kota Takengon.

Informasi dihimpun Serambi, keberadaan bendera Bintang Bulan ini diketahui sekira pukul 10.00 WIB. Saat itu juga, puluhan anggota PETA dan Laskar Merah Putih menuju lokasi dan menurunkan bendera itu sekira pukul 12.00 WIB. Selanjutnya bendera dibakar di tengah jalan. Suasana di pusat kota itu sempat macet beberapa saat. Beberapa aparat terlihat menertibkan lokasi.

Ketua PETA Aceh Tengah Bambang Irawan dalam pertanyataan menyesalkan tindakan orang yang memasang bendera yang masih menjadi perdebatan ini di lokasi umum. Menurutnya, tindakan ini telah mengusik ketenangan masyarakat di Tanah Gayo yang masih berduka akibat gempa, beberapa minggu lalu.

“Masalah bendera kan sedang dibahas oleh pemerintah sehingga tak bisa dinaikkan. Kita berharap warga jangan terprovokasi dengan naiknya bendera ini. Jangan sampai kita terpecah belah karena warga Gayo selama ini hidup tenteram,” katanya.

Hal serupa disampaikan Ketua Laskar Merah Putih Aceh, John. Menurutnya, bisa saja ini ulah segelintir orang yang bertujuan memprovokasi. “Apapun itu, kita tetap menolak kehadiran bendera ini. Kita juga berharap jangan ada yang menaikkan bendera bulan bintang pada 15 Agustus 2013 nanti. Jika naik juga, tetap akan kita bakar,” kata John didampingi Bambang disambut yel anggotanya.

Usai membakar Bendera Bintang Bulan, massa yang mulai “panas” kemudian bergerak membakar bendera Partai Aceh yang dipajang di atas toko, tak jauh dari lokasi berkibarnya Bendera Bulan Bintang.

Selanjutnya iringan massa yang menggunakan mobil dan sepmor juga mencomoti bendera yang dipajang di sisi jalan di Yos Sudarso dan Kampung Pinangan, Kecamatan Kebayakan, Aceh Tengah, juga yang terpasang di kawasan Pasar Inpres. Setelah itu rombongan membubarkan diri.(gun)

Editor: bakri

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas