Senin, 25 Mei 2015

Kurikulum 2013 dan Peran Bahasa Indonesia

Senin, 29 Juli 2013 00:06

Oleh: Caswo, S.Pd.
Guru SD 67 Percontohan, Community School, Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM - Pemberlakuan Kurikulum 2013 serentak telah dilaksanakan beberapa waktu yang lalu. Untuk lingkup Provinsi Aceh peresmian atau peluncuran Kurikulum tersebut beberapa waktu lalu dilakukan di SMA 4 Banda Aceh yang dilakukan oleh Inspektur Jenderal Kemdikbud, Hayono Umar. Dengan demikian, Kurikulum 2013 secara nasional juga telah resmi diluncurkan penerapannya, meskipun masih banyak menimbulkan polemik di masyarakat tentang format kurikulum ini.

Polemik di masyarakat wajar terjadi karena apapun yang masuk dalam kategori baru pasti akan menimbulkan sikap antara yang pro dan yang kontra. Salah satu yang akan penulis soroti tentang kurikulum baru ini adalah model pembelajaran tematik.

Efek dari pemberlakuan kurikulum ini salah satunya adalah ada beberapa mata pelajaran atau bidang studi, khususnya di satuan pendidikan setingkat Sekolah Dasar yang mengalami perubahan terutama pada jam pelajarannya dalam seminggu. Sekilas kalau kita amati bidang studi atau mata pelajaran bahasa Indonesia memiliki jumlah atau porsi jam yang relatif banyak. Apa implikasinya?  

Sejatinya, dalam pengamatan penulis selaku guru di Sekolah Dasar, bahasa Indonesia baik secara langsung maupun secara tidak langsung sudah ada hampir di setiap bidang studi. Hal ini karena pada dasarnya fungsi hakiki bahasa adalah sebagai alat komunikasi.

Apabila kita cermati di dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) disebutkan salah satu di dalamnya tentang bahasa pengantar di dalam dunia pendidikan di Indonesia adalah bahasa Indonesia.

Artinya, mata pelajaran atau bidang studi apapun sudah dapat dipastikan diajarkan dengan bahasa pengantar bahasa Indonesia. Pada kasus-kasus tertentu terkadang proses belajar-mengajar memang masih membutuhkan peranan bahasa daerah.

Halaman123
Editor: RezaMunawir
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas