Tafakur

Hasil Nihil

Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatannya, maka Allah Ta’ala tidak peduli dia meninggalkan

Oleh Jarjani Usman

“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatannya, maka Allah Ta’ala tidak peduli dia meninggalkan makan dan minumnya” (HR. Bukhari).

Meskipun spesial dalam penilaian oleh Allah (HR. Muslim), ibadah puasa tidak berdiri sendiri.  Dalam prosesnya, ia sangat bertalian dengan ibadah lain dan perilaku.  Bahkan, karena gagal menunjukkan perilaku yang diharapkan dalam prosesnya, ibadah puasa bisa membawa hasil nihil alias tak berpahala.

Tentang kemungkinan nihilnya hasil atau pahala ibadah puasa, telah sangat jelas disebutkan penuntun jalan hidup kita, Rasulullah SAW.  Katanya, betapa banyak orang yang berlelah-lelah dalam berpuasa, namun tidak mendapatkan pahala apa-apa dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan haus (HR. Ath Thabrani). Dalam hadits di atas, langsung perilaku buruklah yang ditunjuk sebagai biang kesia-siaan ibadah puasa.

Dengan demikian, bila hingga akhir bulan Ramadhan belum mampu menjaga mulut, di samping menjaga yang lain, bisa dibayangkan sejauhmana tingkat keberhasilan ibadah yang telah dilakukan selama ini.  Dan bila di bulan yang khusus disediakan pahala berlipatganda ini tak mampu memperbaiki diri, bisa dibayangkan perilaku kita di bulan-bulan yang lain.  Karena itu, meski sudah di penghujung bulan suci ini, masih tersisa kesempatan untuk memperbaiki perilaku sebagai bagian penting dari proses berpuasa.  Mudah-mudahan kita mampu memenangkannya.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help