Gempa Gayo

Satu Korban Gempa Ditemukan Lagi

Gempa berkekuatan 6,2 skala Richter (SR) yang mengguncang dataran tinggi Gayo pada 2 Juni 2013, sedikitnya 48 orang

* 48 Orang Meninggal atau Hilang

TAKENGON - Gempa berkekuatan 6,2 skala Richter (SR) yang mengguncang dataran tinggi Gayo pada 2 Juni 2013, sedikitnya 48 orang dinyatakan meninggal dunia atau hilang. Korban terbaru ditemukan lagi pada Minggu (28/7) di Kampung Serempah, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah.

Mayat ini diyakini sebagai jasad Syeh Jali Aman Kas (56) yang tertimbun saat memasang bubu di Sungai Peusangan. Istri korban, Nuraini (45) Senin (29/7/2013) saat ditemui di depan kamar mayat RSUZA Aceh Tengah meyakini mayat yang tinggal kerangka itu merupakan suaminya.

Hal serupa juga disampaikan adik kandungnya Jafar dan mereka memastikan dari beberapa ciri fisik seperti gigi geraham yang tanggal dan bagian kaki kanan yang punya ciri khusus. Mayat ini ditemukan pada Minggu (28/7) malam sekira pukul 22.00 WIB oleh warga setempat, A Saleh dan dua rekannya yang menjala ikan di sungai Peusangan.

Mereka menemukan kerangka Jali sekira dua kilometer dari longsoran Serempah dan jasadnya diduga hanyut oleh lumpur saat terjadi gempa. Kondisi mayat tinggal kerangka yang berserakan namun tak terpaut jauh antara satu dengan yang lainnya. Mengetahui ini, warga yang hendak memancing mengurungkan niatnya dan segera menghubungi aparat Polsek setempat.

Selanjutnya kerangka dikumpulkan dan dibawa ke Polsek. Sekira pukul 23.00 lalu dibawa ke RSU Datu Beru Takengon. Hngga Senin (29/7) sore, mayat syeh Jali masih berada di kamar mayat menunggu pihak forensik Polda Aceh tiba dari Banda Aceh.

Setelah tim tiba sekira pukul 18.00 WIB dan memeriksanya, barulah mayat dibawa pulang oleh keluarga dan dikuburkan di Dusun Paya Baning, Kute Gelime, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, pada Senin malam. Syeh Jali Aman Kas (56) merupakan seorang petani kopi dan sawah, serta dia meninggalkan enam anak yang sudah remaja dan sebagian sudah berkeluarga.

Sedangkan istri korban Nuraini mengatakan rumah mereka tidak terbawa longsor saat gempa. “Saat gempa, korban bersama dua rekannya sedang memasang perangkap ikan jenis bubu di sungai sejak siang untuk mencari ikan di Sungai Peusangan yang mengalir di sisi kampung Serempah,” ujar Nuraini.

Dia menyebutkan, kegiatan itu sudah sering dilakukan Sedangkan sorenya, anak bungsunya Ali Hasyimi (11) yang mengantar minuman kopi untuk ayahnya juga ikut tertimbun dan mayatnya belum ditemukan.

Sementara itu, berdasarkan data dari Pemkab Aceh Tengah pada Senin (29/7), jumlah korban meninggal dunia di Aceh Tengah sebanyak 34 orang dan hilang 6 orang, serta luka-luka 444 orang yakni 92 luka berat dan ringan 352 orang. Bangunan yang rusak puluhan ribu unit yakni rumah 15.362 unit yakni rusak berat 5.879 unit, sedang 2.612 unit dan ringan 6.871 unit.

153 Unit kantor juga rusak, sarana pendidikan 292 unit, sarana kesehatan 239 unit, dan jalan yang rusak sepanjang 154 km. Kawasan gempa meliputi 12 dari 14 kecamatan atau 252 dari 352 kampung dengan jumlah 48.563 pengungsi, belum termasuk yang di depan rumah. Sebanyak 4.215 orang kehilangan mata pencaharian, seperti di pabrik gula atau penggilingan kopi.

Sedangkan Pemkab Bener Meriah melaporkan, 8 warganya meninggal dunia, 100 luka-luka, 3.610 unit rumah rusak, yakni berat 648, sedang 801 dan ringan 2.161 unit. Bangunan yang rusak yakni 122 rumah ibadah, 801 unit sarana pendidikan dan 75 unit sarana kesehatan.(gun)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help