Minggu, 21 Desember 2014
Serambi Indonesia

Warga Singkil Setor Rp 300.000

Kamis, 22 Agustus 2013 10:33 WIB

* Dijanjikan Dapat Rumah Bantuan

SINGKIL - Ratusan warga Aceh Singkil dilaporkan menyetor uang sebesar Rp 300 ribu dengan iming-iming akan mendapat rumah bantuan Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) yang dijual secara kredit. Disebut-sebut selain karena iming-iming dapat rumah dengan nilai puluhan juta rupiah, warga bersedia memberikan uang lantaran ada surat rekomendasi dari Bupati dan Dinas Sosial setempat yang dibawa pelaku pengutipan.

Pelaku pengutipan uang kepada masyarakat dikenal warga dengan sebutan Teungku Man anggota KPA di daerah ini. Rumah-rumah itu akan dibangun oleh PT Nova Baizury Graha (NBG) dan dijual dengan sistem kredit, di mana warga hanya menyicil tiga puluh persen dari nilai rumah, sisanya ditanggung pemerintah.

Kepala Dinas Sosial Aceh Singkil Ahmad yang dikonfirmasi Serambi, Rabu (21/8) mengatakan, pihaknya tidak memerintahkan mengutip uang. Malah sangat menyesalkan kejadian itu. Bahkan menurut Ahmad yang telah menyetor uang tidak hanya masyarakat, tetapi juga stafnya di Dinas Sosial. “Saya marahi staf saya kenapa mau bayar. Kalaulah ada bantuan rumah kepada masyarakat tidak ada pungutan, kecuali syarat administrasi saja,” kata Ahmad.

Ahmad menjelaskan, pihaknya memang mengeluarkan surat rekomendasi bahwa yang akan membangun rumah-rumah tersebut adalah PT Nova Baizury Graha. “Teungku segera kembali ke Singkil jelaskan kepada masyarakat mengenai kutipan uang. Saya sudah sampaikan tidak boleh melakukan itu. Saya yang jadi sasaran sama masyarakat,” kata Ahmad dengan nada tinggi kepada Teungku Man melalui telepon genggamnya di hadapan Serambi.

Sejauh ini, kata Ahmad rumah bantuan kredit yang disampaikan Teungku Man belum ada kepastian. Pemkab Aceh Singkil, belum mendapat pemberitahuan dari Kemenpera tentang adanya rumah bantuan itu. “Bantuan rumah itu memang saya dengar ada, tapi belum jelas karena belum ada pemberitahuan” ujar Ahmad, dibenarkan stafnya yang meceritakan sempat didesak segera mengeluarkan rekomendasi dengan mencotoh rekomendasi dari Pidie Jaya.

Sementara itu pelaku pengutipan uang, Teungku Man yang dikonfirmasi Serambi melalui nomor telepon genggamnya, Rabu (21/8) mengaku sedang di Banda Aceh. Ia juga mengaku hari Kamis akan ke Sigli untuk menandatangani kontrak kerja sama pembangunan rumah dengan BNI. “Sabtu saya sudah ke Singkil, lantaran saya harus buru-buru kerja. Besok sudah tanda tangan kontrak kerja dengan BNI Sigli,” katanya.

Terkait pengutipan uang Rp 300 ribu, Teungku Man, berdalih untuk biaya pengurusan Jamsostek calon penerima bantuan senilai Rp 250 ribu. Sisanya Rp 50 ribu untuk ongkos kirim berkas. Menyangkut kwitansi pengutipan uang, ia menyebutkan sudah ada tapi belum diserahkan ke masyarakat.

Ditanya bagaimana kalau bantuan rumah tersebut batal, Teungku Man berjanji akan mengembalikan dana yang telah dikumpul dari warga.

Informasi diperoleh Serambi ada sekitar 1.500 warga Aceh Singkil yang dijanjikan akan mendapat rumah bantuan kredit. Terhadap informasi itu, Teungku Man menyatakan dirinya hanya mengurus sekitar 250 orang saja. “Saya hanya ngurus 250 orang sisanya orang lain. Kwitansi uang dari warga sudah ada nanti saya serahkan setelah di Singkil,” ujarnya.

Sedangkan mengenai belum ada pemberitahuan kepada Pemkab Aceh Singkil, tentang bantuan rumah dari Kemenpera dalam bentuk kredit, Teungku Man mengatakan, Bupati dan pejabat lain akan diundang ketika peletakan bantu pertama pembangunan rumah yang secara keseluruhan di Aceh ada 23.000 unit.(c39)

Editor: bakri

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas