Jumat, 27 Februari 2015

Aswan, Bendungan Kebanggaan Mesir

Selasa, 3 September 2013 09:39 WIB

Aswan, Bendungan Kebanggaan Mesir
IHSAN ZULFANDRI

OLEH IHSAN ZULFANDRI, mahasiswa Aceh di Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir 

SELAIN Kairo, Iskandariah (Alexandria), dan Luxor, Aswan juga merupakan salah satu tempat kunjungan wisata penting di Mesir. Perjalanan dari Luxor menuju Aswan memakan waktu sekitar tiga jam menggunakan bus. Namun, bagi yang benar-benar ingin menikmati perjalanan wisatanya bisa menggunakan kapal pesiar Nile Cruise di sepanjang Sungai Nil.

Dengan merogeh kocek US$ 300 kita bisa berlayar menyusuri arus sungai sambil menikmati indahnya pemandangan sepanjang aliran Nil.

Bendungan Aswan sering pula disebut dengan Saddul ‘Ali. Bendungan ini direncanakan pada masa Presiden Jamal Abdul Nassir. Namun, terbentur dana, karena Amerika, Prancis, dan Bank Dunia tak berkenan meminjamkan dana.

Tapi kemudian, Uni Soviet bersedia membantu dana dan tenaga ahli, sehingga cita-cita Abdul Nassir tercapai juga, meski beliau tak sempat melihat dan merasakannya.

Tinggi bendungan tersebut 111 meter, panjang 360 meter, dapat menggerakkan 70 persen pembangkit listrik dari keseluruhan tenaga listrik yang dibutuhkan penduduk Mesir. Dengan dibangunnya Bendungan Aswan menyebabkan suplai air ke setiap daerah pertanian bisa diatur sempurna melalui aliran irigasi. Produktivitas pertanian pun meningkat berkat adanya bendungan dan irigasi tersebut.

 Ma’bad Philae
Setelah melihat Bendungan Aswan para penikmat wisata dapat melanjutkan perjalanannya menuju Ma’bad Philae. Philae adalah sebuah ma’bad yang berada di sebuah pulau yang diapit oleh Sungai Nil. Ma’bad ini dibangun pada masa kerajaan Fir’aun dinasti 30. Pembangunannya sampai abad ketiga oleh dinasti Ptolemic Yunani dan penguasa Romawi. Philae berasal dari bahasa Yunani yang berarti butiran-butiran cinta. Orang Arab sering menyebutnya dengan nama Anas al-Maujudah; sebuah nama yang ada dalam mitos Seribu Satu Malam. Orang Mesir Kuno menyebutnya Ma’bad Philae dengan nama Bylak atau Bylakh yang berarti pengujung. Klop dengan namanya, karena tempat ini berada pada batas terakhir wilayah Mesir Selatan.

Halaman12
Editor: bakri
KOMENTAR ANDA

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas