Jumat, 31 Juli 2015

Wisata Islami di Brunei

Rabu, 4 September 2013 09:19

Wisata Islami di Brunei
MAULIDA SHANTI YUSUF

OLEH MAULIDA SHANTI YUSUF, mahasiswi S1 Psikologi Universitas Syiah Kuala, melaporkan dari Bandar Seri Begawan

BRUNEI Darussalam adalah sebuah negara yang letaknya sangat dekat dengan Indonesia, tepatnya di sebelah utara Pulau Kalimantan. Meskipun kurang gencar dengan promosi wisatanya dibandingkan dengan negara tetangganya seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura, namun negara penghasil minyak ini ternyata memiliki banyak objek wisata yang menarik. 

Saya senang berkesempatan berkunjung ke negara yang terkenal dengan julukan Abode of Peace ini. Selama berada di Brunei saya ditemani seorang teman, Dayangku Nor Dalilah. Dalilah adalah seorang pelajar asal Brunei yang menuntut ilmu di sebuah universitas yang sama dengan saya di Malaysia.

Selain itu Dalilah juga merupakan housemate saya ketika masih kuliah di semester dua dulu. Saya jadi banyak tahu tentang Brunei dari cerita-cerita Dalilah tentang negaranya hingga akhirnya saya dapat berkunjung langsung ke negara ini.

Jika Anda datang ke negara ini jangan harap bisa menemukan bus ataupun taksi, karena alat transportasi umum sangat jarang ditemui di sini. Sebagian besar masyarakat Brunei menggunakan kendaraan pribadi untuk sampai ke destinasinya masing-masing. Hal ini menjadi kendala bagi para pendatang yang tidak memiliki kendaraan pribadi. Alhasil, pilihan terakhir adalah dengan berjalan kaki.

Meski demikian, masyarakat Brunei sangat menghargai para pejalan kaki (pedestrians). Pengendara mobil, misalnya, akan segera berhenti dan mempersilakan pejalan kaki untuk menyeberang meskipun pejalan kaki telah berhenti lebih dulu untuk menunggu mobil tersebut melintas.

Di Brunei Anda juga bisa menggunakan mata uang dolar Singapura untuk transaksi jual beli. Hal ini karena dolar Brunei atau sering juga disebut juga ringgit Brunei memiliki nilai yang sama dengan dolar Singapura. Meskipun begitu, barang-barang yang dijual di Brunei jauh lebih murah jika dibandingkan dengan di Singapura. Mungkin ini dipengaruhi oleh penerapan pajak impor yang lebih murah oleh Kesultanan Brunei.

Halaman123
Editor: bakri
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas