Selasa, 25 November 2014
Serambi Indonesia

Ketua MA: Di Aceh Juga Ada Hakim Nakal

Kamis, 5 September 2013 09:20 WIB

Ketua MA: Di Aceh Juga Ada Hakim Nakal
SERAMBI/M ANSHAR
Ketua Mahkamah Agung RI, Hatta Ali berbincang dengan Gubernur Aceh, Zaini Abdullah didampingi Wakil Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa aduddin Djamal saat berkunjung ke Pendopo Gubernur Aceh, Rabu (4/9). 

BANDA ACEH - Ketua Mahkamah Agung (MA), Hatta Ali menyatakan, orang nakal ada di setiap institusi, termasuk hakim pengadilan negeri dan agama. “Kalau ditanya apakah banyak hakim nakal, jawabnya tetap ada. Di Aceh juga ada tetapi jumlahnya sedikit, dua atau tiga orang saja,”

kata Hatta kepada wartawan usai silaturahmi dengan Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah, para asisten dan Kepala SKPA di Meuligoe Gubernur, Rabu (4/9).

Hatta mengatakan, kunjungan kerjanya ke Kota Banda Aceh dan Kota Sabang dalam rangka rapat pembinaan hakim se-Aceh yang dilaksanakan di Sabang. Meurutnya, Kota Sabang dipilih sebagai tempat rapat karena tempatnya indah sehingga bisa memberikan penyegaran bagi para hakim.

Tujuan rapat pembinaan hakim tersebut, menurut Hatta untuk peningkatan semangat kerja dan penyampaian berbagai informasi terbaru tentang  berbagai kebijakan dan peraturan yang dijadikan pedoman bagi hakim dalam menjalankan tugas.

“Rapat ini juga untuk peningkatan SDM dan mencegah tindakan nakal oleh hakim. Kita perlu mencegah, karena jika banyak hakim nakal, negara ini bisa rusak dan hancur,” tandasnya.

Tujuan lain kunjungan ke Sabang, kata Hatta untuk memberitahukan kepada rombongan Makamah Agung bahwa Sabang merupakan pulau yang sangat indah, tidak kalah dengan Bali dan pulau-pulau lainnya yang dijadikan objek wisata nasional dan dunia.

Hatta menegaskan, Kota Sabang bukan daerah baru baginya. Sebelum menjadi Ketua MA, Sabang merupakan tempat awal karir dan tugasnya menjadi hakim pada tahun 1984. Enam tahun menjadi anggota hakim di PN Sabang, tepatnya tahun 1990, dia dipindahkan ke PN Lubuk Pakam, Sumatera Utara.

“Banyak daerah yang sudah kami tempati, tapi soal kenangan dan keindahan Kota Sabang, tidak bisa kami lupakan. Terutama mengenai memancing dan beragam jenis ikannya,” ujar putra kelahiran Makasar itu.

Hatta juga mengatakan, perkembangan prasarana dan sarana infrastruktur Aceh, sudah sangat pesat, terutama Kota Banda Aceh. Wajah kotanya lebih kelihatan cantik, indah dan artistik dibanding pada waktu dirinya masih bertugas di Sabang.

Gubernur Aceh, Zaini Abdullah secara khusus mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada Hatta Ali yang kini telah menjabat Ketua MA namun masih tetap ingat dengan lokasi tempat tugas awalnya sebagai hakim di PN Sabang. “Sabang adalah kota yang menarik dan indah yang memiliki sejarah panjang, mulai dari sejarah pelabuhan bebasnya sampai pada keindahan pantai dan dasar lautnya, yang membuat orang yang pernah ke Sabang sulit melupakannya,” demikian Gubernur Zaini Abdullah.(her)

Editor: bakri

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas