• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 1 Oktober 2014
Serambi Indonesia

Hanya 10 Honorer K1 Agara Lulus

Rabu, 11 September 2013 09:55 WIB

* Dari 393 yang Masuk Database BKN Pusat

KUTACANE - Dari 393 tenaga honorer kategori satu (K1) Kabupaten Aceh Tenggara (Agara) yang telah masuk database BKN Pusat, hanya 10 orang yang lulus menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2013. Badan Kepegawaian Pendidikan Pelatihan (BKPP) Agara belum mengumumkan hasil kelulusan K1 yang Memenuhi Kriteria (MK), walau sempat dijanjikan pada Minggu (1/9/2013) lalu.

Kepala BKPP Agara, Samanuddin SSos yang duduk di kursi pesakitan dalam sidang honorer siluman di Pengadilan Negeri Kutacane pada Senin (9/9/2013) diduga menyembunyikan hasil kelulusan audit tujuan tertentu (ATT) tenaga honorer K1. “BKPP Agara harus segera mengumumkan hasil kelulusan K1 menjadi CPNS 2013,” ujar Muslim Ayub SH MM, salah seorang anggota DPRA di Kutacane, Senin (10/9).

Muslim menegaskan telah mendapat informasi, bahwa hanya 10 honorer K1 yang lulus, dari jumlah 393 orang.  “Saya heran, mengapa BKPP Agara belum juga mengumumkan hasil kelulusan K1,” ujarnya. Dia menduga, ada indikasi permintaan uang pelicin dari oknum-oknum tertentu yang mengaku bisa mengurus kelulusan seorang honorer menjadi CPNS.

Muslim mensinyalir uang pelicin mencapai ratusan juta rupiah per honorer, sehingga totalnya bisa mencapai puluhan miliar rupiah. Dia menjelaskan, Pemkab Agara hanya sebatas mengusulkan, kemudian verifikasi dilakukan oleh BKN dan BPKP Pusat untuk menetapkan nama-nama yang lulus K1 menjadi CPNS, sehingga tidak ada kewenangan pemkab dalam menentukan kelulusan seorang honorer menjadi CPNS.

Dia menduga: “Ada kekhawatiran dari pihak BKPP Agara, jika diumumkan, maka honorer yang disinyalir telah menyetor uang pelicin, akan meminta kembali uangnya, karena namanya tidak tercantum dalam papan pengumuman kelulusan K1.”

Muslim Ayub juga menyinggung honorer K2 yang bertambah jumlahnya, dari usulan 222 orang menjadi 551 orang. Dia berharap, tim Polda Aceh dapat langsung menangani kasus honorer siluman di Agara, khususnya memeriksa tim penerima berkas tenaga honorer K1 dan K2 di BKPP Agara.

Sedangkan prihal para tersangka honorer K1 yang kini sedang menjalani sidang di pengadilan, Muslim berharap dapat berlangsung adil dan terbuka. “Jika para tersangka terbukti bersalah, maka harus dihukum berat,” katanya. Sementara, Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Agara, Samanuddin dan Kabid Peningkatan PNS, M Irfan Sebayang MAP, yang hendak dikonfirmasi tak berhasil dihubungi, walau HP mereka aktif.(as)

Editor: bakri
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
247054 articles 16 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas