Senin, 22 Desember 2014
Serambi Indonesia

MAN Model Dilempari

Rabu, 11 September 2013 09:24 WIB

MAN Model Dilempari
SERAMBI/M ANSHAR
Polisi mengamankan sejumlah siswa SMA 12 yang diduga terlibat pelemparan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Model Banda Aceh di kawasan Lampineueng, Banda Aceh, Selasa (10/9). Mereka melempar MAN Model karena kesal setelah kalah dalam pertandingan bola Liga Pelajar Indonesia (LPI) di stadion Lhong Raya, Aceh Besar. 

* Kalah Main Bola
* Dua Polisi Cedera

BANDA ACEH - Diduga tidak bisa menerima kekalahan dalam pertandingan sepakbola di Liga Pendidikan Indonesia (LPI) yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Banda Aceh, puluhan siswa SMA 12, Selasa (10/9) melempari gedung sekolah MAN Model Banda Aceh.

Informasi diperoleh Serambi, pertandingan antara SMA 12 dengan MAN Model yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB di Stadion Harapan Bangsa tersebut dimenangkan MAN Model melalui tendangan penalti Joni di menit 65 dari pelanggaran di kotak terlarang.

Sejak pertandingan dimulai hingga berakhir dengan kemenangan MAN Model 1-0 atas SMAN 12, tidak muncul gejolak apa pun. Bahkan seusai pertandingan, kedua belah pihak saling berpelukan dan bersalaman. Namun, peristiwa pelemparan itu terjadi ketika para pemain, suporter dari siswa-siswi MAN Model serta dewan guru kembali ke sekolah.

“Kami kaget begitu tahu siswa SMA 12 yang melakukan pelemparan. Padahal seusai bertanding, siswa kami dan siswa SMA 12 begitu akrab. Malah mereka saling jabat tangan dan berpelukan,” kata seorang guru MAN Model yang tidak ingin menyebutkan namanya.

Dampak dari pelemparan itu, jendela kaca kelas II agama dan ruang perpustakaan sekolah pecah. Kehebohan kian menyelimuti madrasah negeri tersebut ketika seorang siswi kelas II, Mauli terkena lemparan batu yang mengenai bagian perutnya. Siswi yang tinggal di kawasan Peuniti, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh tersebut harus diboyong ke ruang UKS. “Waktu itu mau masuk pelajaran BAL. Mauli kebetulan duduk dekat jendela kaca. Sementara kawan yang lainnya duduk agak di tengah, makanya Mauli sendiri yang kena,” kata Mauli kepada Serambi.

Kabar itupun dengan cepat merebak dan sampai ke aparat kepolisian yang seketika itu langsung menyesaki MAN Model. Para personel pun bergerak mencari para siswa yang memulai kerusuhan tersebut. Upaya itupun membuahkan hasil. Belasan siswa SMA 12 yang sedang mangkal di simpang Jalan Panglima Nyak Makam berhasil diamankan. Bahkan empat siswa dari SMA lain yang berada simpang tersebut juga terjaring petugas. Sementara, sejumlah siswa yang mengetahui kedatangan polisi, berhasil kabur.

Dua anggota juga cidera dan mengalami luka lecet di bagian lengan, setelah ditabrak siswa yang kabur menghindari aparat. Keduanya yakni, Kapolsek Kuta Alam Iptu Andri Permana IK Amd dan Aipda Zulfikar (Kanit Intelkam Polsek Kuta Alam).

Dari penggeledahan barang bawaan milik para siswa SMA 12 yang diduga ikut dalam pelemparan itu ditemukan sebilah rencong kecil dari dalam tas seorang siswa. Mereka lalu digiring ke Polresta.       

Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Moffan MK SH mengatakan, siswa yang sempat diamankan telah dikembalikan ke Disdikpora Kota Banda Aceh serta kepala sekolah masing-masing disaksikan orang tuanya siswa sekitar pukul 18.30 WIB.

Para siswa tersebut membuat surat penyataan tidak akan mengulangi perbuatannya. “Ini proses pendewasaan bagi mereka untuk memahami bahwa tindakan yang dilakukan itu melawan hukum. Harapan kita ke depan, kejadian serupa tidak akan terulang,” kata Moffan kepada Serambi.(mir)

Editor: bakri

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas