Rabu, 29 Juli 2015

Gunung Sinabung Meletus

Senin, 16 September 2013 09:30

Gunung Sinabung Meletus
TRIBUN MEDAN/DEDY SINUHAJI
Warga mengamati kondisi Gunung Sinabung yang sedang mengeluarkan debu vulkanik pascameletus di Kabupaten Karo, Sumut, Minggu (15/9). Letusan Gunung Sinabung di Kabupaten Karo pada Minggu (15/9) pukul 02.51 WIB menyebabkan ribuan warga dari belasan desa di bawah kaki gunung tersebut terpaksa diungsikan karena statusnya dinyatakan berbahaya.

* Statusnya Siaga
* 10 Desa Dikosongkan

MEDAN - Gunung api Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali meletus pada Minggu (15/9) pukul 02.51 WIB. Letusannya ikut memuntahkan abu vulkanik dan bebatuan kecil yang melanda desa di sekitarnya. Sudah sepuluh desa dikosongkan, karena warganya harus diungsikan ke tempat yang lebih aman.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan, api terpantau diam di puncak kawah pada pukul 02.45 WIB. Asap tebal hitam membawa abu ke luar dari kawah Sinabung.

Dari parameter kegunungapian yang dipantau Pos Gunung Sinabung, tercatat 255 gempa vulkanik dalam, 16 kali gempa hembusan, 5 gempa tektonik lokal, 24 gempa tektonik jauh, dan tremor 15 mm.

Terkait dengan meningkatnya aktivitas Gunung Sinabung ini, lanjut Sutopo, PVMBG Badan Geologi telah meningkatkan statusnya dari Waspada (level II) menjadi Siaga (Level III) terhitung Minggu (15/9) pukul 03.00 WIB.

“Rekomendasinya adalah tidak ada aktivitas di radius 3 km dari kawah. Masyarakat di Desa Sukameriah yang berada di dalam radius 3 km dan berada di bukaan kawah harap diungsikan lebih dahulu,” jelas Sutopo.

Dia tambahkan, masyarakat di Desa Sukameriah, Kecamatan Payung, dan Desa Kutarayat, Kutagugung, Simacem dan Bekerah di Kecamatan Namanteran, Kabupaten Karo telah melakukan evakuasi mandiri ketika mereka mendengar gemuruh dan letusan Gunung Sinabung. Mereka mengungsi ke Kabanjahe, ibu kota Kabupaten Karo.

Halaman123
Editor: bakri
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas