• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 2 Agustus 2014
Serambi Indonesia

Gunung Sinabung Meletus

Senin, 16 September 2013 09:30 WIB
Gunung Sinabung Meletus
TRIBUN MEDAN/DEDY SINUHAJI
Warga mengamati kondisi Gunung Sinabung yang sedang mengeluarkan debu vulkanik pascameletus di Kabupaten Karo, Sumut, Minggu (15/9). Letusan Gunung Sinabung di Kabupaten Karo pada Minggu (15/9) pukul 02.51 WIB menyebabkan ribuan warga dari belasan desa di bawah kaki gunung tersebut terpaksa diungsikan karena statusnya dinyatakan berbahaya.

* Statusnya Siaga
* 10 Desa Dikosongkan

MEDAN - Gunung api Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali meletus pada Minggu (15/9) pukul 02.51 WIB. Letusannya ikut memuntahkan abu vulkanik dan bebatuan kecil yang melanda desa di sekitarnya. Sudah sepuluh desa dikosongkan, karena warganya harus diungsikan ke tempat yang lebih aman.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan, api terpantau diam di puncak kawah pada pukul 02.45 WIB. Asap tebal hitam membawa abu ke luar dari kawah Sinabung.

Dari parameter kegunungapian yang dipantau Pos Gunung Sinabung, tercatat 255 gempa vulkanik dalam, 16 kali gempa hembusan, 5 gempa tektonik lokal, 24 gempa tektonik jauh, dan tremor 15 mm.

Terkait dengan meningkatnya aktivitas Gunung Sinabung ini, lanjut Sutopo, PVMBG Badan Geologi telah meningkatkan statusnya dari Waspada (level II) menjadi Siaga (Level III) terhitung Minggu (15/9) pukul 03.00 WIB.

“Rekomendasinya adalah tidak ada aktivitas di radius 3 km dari kawah. Masyarakat di Desa Sukameriah yang berada di dalam radius 3 km dan berada di bukaan kawah harap diungsikan lebih dahulu,” jelas Sutopo.

Dia tambahkan, masyarakat di Desa Sukameriah, Kecamatan Payung, dan Desa Kutarayat, Kutagugung, Simacem dan Bekerah di Kecamatan Namanteran, Kabupaten Karo telah melakukan evakuasi mandiri ketika mereka mendengar gemuruh dan letusan Gunung Sinabung. Mereka mengungsi ke Kabanjahe, ibu kota Kabupaten Karo.

Pengungsi ditempatkan di gedung dan jambur-jambur sekitar kantor Bupati Karo. Jumlah pengungsi masih dalam pendataan. Hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa dan kerusakan.

Menurut Sutopo, Tim Reaksi Cepat BNPB dan BPBD Sumatera Utara menuju lokasi untuk berkoordinasi dengan Bupati Karo. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo belum dibentuk Pemkab Karo sehingga penanganan bencana ditangani Kesbanglinmas Kabupaten Karo.

“Kondisi ini juga menghambat penanganan bencana, baik kesiapsiagaan, pengurangan risiko bencana, tanggap darurat, maupun pascabencana,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut, Asren Nasution mengatakan, beberapa desa terpaksa dikosongkan untuk mengantisipasi adanya aktivitas lanjutan dari gunung yang sempat erupsi tiga tahun silam ini.

“Tidak ada masyarakat yang bertahan. Desa sudah benar-benar kosong. Kita akan terus pantau apakah ada kemungkinan untuk desa lain ikut dikosongkan,” ucapnya.

Ribuan warga yang tinggal di sekitar Gunung Sinabung dievakuasi dan memadati jambur (balai pertemuan adat Karo) yang ada di Berastagi, Kabupaten Karo, Minggu (15/9).

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan semua pengungsi dalam kondisi aman. Belum ada laporan mengenai korban jiwa dan kerusakan dari dampak erupsi tersebut. BPBD Sumatera Utara telah melakukan koordinasi dengan Pemda Karo, TNI, Polri dan unsur terkait.

“Peralatan dan logistik bantuan BNPB yang berada di BPBD Sumut telah dikerahkan ke lokasi bencana. Dapur umum telah didirikan untuk memberikan bantuan kepada pengungsi. Pendataan dan penanganan pengungsi masih dilakukan,” katanya.

Saat ini Gunung Sinabung masih terekam dan terjadi tremor terus menerus. Masyarakat diimbau untuk selalu meningkatkan kesiapsiagaan dan mengikuti arahan petugas. Karakteristik erupsi Gunung Sinabung belum banyak dikenali secara lengkap karena sebelum erupsi tahun 2010, gunung tersebut tidak menunjukkan aktivitas dalam waktu hampir seratus tahun.

Sementara itu, Bupati Karo, Kena Ukur, memastikan pihaknya masih bisa menangani masalah evakuasi dan penanganan keselamatan warganya pascaerupsi Gunung Sinabung, Minggu (14/9) dini hari. Meski pihak Pemprov Sumatera Utara sudah menyatakan kesiapan satuan kerja perangkat dinas (SKPD) untuk terjun langsung membantu ke lapangan, namun ia mengaku situasi saat ini maaih terkendali.(ers/tribun-medan.com)

Editor: bakri
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas