• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 25 Juli 2014
Serambi Indonesia

Darah Aceh di Timnas

Senin, 23 September 2013 08:57 WIB
Darah Aceh di Timnas

SEJARAH pemain Aceh di Tim Nasional (Timnas) Indonesia bakal mengalami era baru di masa mendatang. Masuknya gelandang PSSB Bireuen, Zulfiandi dan gelandang Persiraja, Hendra Sandi Gunawan dalam skuad Timnas U-19 di Piala AFF U-19 Championship 2013, merupakan peluang untuk pemain Aceh lainnya.

Selama ini sangat sedikit nama pemain Aceh di Timnas junior dan senior. Beberapa pemain yang dipanggil biasanya lebih banyak menghuni bangku cadangan, bahkan menjadi cadangan mati alias ada yang tak diturunkan dalam setiap pertandingan. Kini, kehadiran Zulfiandi dan Sandi bakal mengubah paradigma baru, bahwa langganan timnas bukan hanya pemain Pulau Jawa dan Papua.

“Kalau dulu pemain yang digunakan dengan sentranya Jakarta, Surabaya dan Makassar, maka sekarang kita turun ke daerah untuk memcari pemain yang bertalenta untuk direkrut,” ujar Pelatih Timnas U-19 Indra Sjafri kepada Serambi di Lampinueng, Rabu (17/4).

Kedua pemain Aceh itu kepada Serambi usai pertandingan tadi malam mengaku senang. Zulfiandi mengatakan, sangat bangga atas keberhasilan meraih juara. Sebab, sudah 22 tahun Indonesia tak meraih keberhasilan seperti ini. Tapi ia mengaku sangat terpukul saat tak bisa mencetak gol penalti. “Rasanya mau menangis keras-keras saat tidak bisa cetak gol. Untung akhirnya bisa juara,” ujarnya.

Sandi juga mengaku sangat bahagia bisa ikut membawa timnas juara. Tapi hasilnya ini membuatnya tak boleh cepat puas. Karena dia ingin bisa memberi yang terbaik lagi untuk timnas di kejuaraan lain. “Senang sekali bisa menang. Terima kasih atas dukungaan selama ini,” ujar Sandi.

Perjuangan dua pemain Aceh ini untuk dapat memakai kostum Timnas tak mudah. Pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri langsung datang ke Lampinueng menyaksikan Hendra Sandi Gunawan dan Miftahul Hamdi saat membela Persiraja melawan Perseman Manokwari, Papua Barat, di Stadion H Dimurthala, Lampineung, Banda Aceh, Rabu (17/4) petang. Dalam proses seleksi tahap akhir, Miftahul Hamdi dari Pidie tersisih setelah sebelas pemain yang pernah menimba ilmu di Uruguay bergabung. Sedangkan Zulfiandi masuk radar Indra saat membela PSSB Bireuen melawan tuan rumah Persika Bandung.

Zulfiandi dan Hendra Sandi Gunawan memang resmi berseragam Timnas. Tiap pemain yang tampil di Timnas makin terbuka peluang untuk di panggil selanjutnya memingat mereka masih muda. “Sekali saja bisa masuk timnas, maka akan dipanggil terus asalkan bisa menjaga penampilan stabil dan lebih bagus,” ujar Pelatih Persiraja, Maman Suryaman kepada Serambi suatu ketika yang ikut merekom Sandi dan Hamdi kepada Indra Sjafri.

Kini, kedua pemain Aceh ini hanya perlu menjaga performanya agar lebih bagus lagi supaya darah Aceh tetap ada dalam barisan timnas. (adi)

Editor: bakri
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas