Kamis, 3 September 2015

Ratusan Buruh Perkebunan Mengamuk

Selasa, 24 September 2013 09:27

Ratusan Buruh Perkebunan Mengamuk
Ratusan buruh berkumpul di sekitar pabrik kelapa sawit PT Delima Makmur, kawasan Desa Situban Makmur, Kecamatan Danau Paris, Aceh Singkil, setelah mengamuk, merusak dan mengobrak abrik kantor grup serta kantor pabrik perushan tersebut, Senin (23/9).SERAMBI/DEDE ROSADI 

* Kantor Delima Makmur di Singkil Diobrak Abrik

SINGKIL - Ratusan buruh perusahan perkebunan kelapa sawit PT Delima Makmur di Kabupaten Aceh Singkil, mengamuk, Senin (23/9). Masa beringas memecahkan kaca kantor perusahan dan mengobrak-abrik isi di dalamnya. Kondisi ini membuat, pimpinan dan karyawan perusahan di dalamnya berhamburan ke luar menyelamatkan diri agar tidak terkena sasaran amukan.

Awalnya massa buruh akan melakukan aksi unjuk rasa ke perusahan. Sejak pukul 07.00 WIB, massa sudah bergerak menuju kantor group Delima Makmur di kawasan Situban Makmur, Kecamatan Danau Paris. Sekitar pukul 08.00 WIB massa tiba-tiba mengamuk, melempari kaca kantor group hingga pecah. Setelah itu bergerak ke kantor pabrik kelapa sawit, yang berjarak sekitar 500 meter. Di sana kembali melakukan hal serupa menghancurkan kaca dan mengobrak-abrik isinya.

Berdasarkan informasi dihimpun Serambi, kemarahan buruh yang awalnya melakukan unjuk rasa damai, disebut-sebut dipicu lantaran tidak diperkenankan bertemu pimpinan perusahan untuk menyampaikan tuntutunya, ketika sampai di depan kantor group Delim Makmur.

Terjadi adu mulut antara sekuriti yang berjaga dengan buruh hingga nyaris terjadi bentrok fisik. Sekuriti yang kalah jumlah tak bisa mengahadang masa hingga berhasil merubuhkan pintu pagar. Bahkan ada buruh yang nekat mengejar sekuriti dengan cangkul di tangan.

Setelah itu tanpa diketahui siapa memulai, massa langsung melempari kaca kantor. Puas mengobrak-abrik kantor group massa berbalik arah menuju pabrik. Kejadian serupa tak terelakkan. Buruh langsung mengamuk, memecahkan kaca kantor pabrik dan mengacak-acak segala benda di dalamnya.

Belum puas di situ, buruh kembali bergerak menuju pabrik kelapa sawit sambil teriak bakar. Beruntung aparat keamanan telah tiba, hingga berhasil mengendalikan kemarahan buruh yang ahirnya memilih berkonsentrasi sekitar 50 meter dari pabrik.

Halaman123
Editor: bakri
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas