Sabtu, 18 April 2015

Ratoh Jaroe dari Jakarta Menghentak Taman Ratu

Senin, 30 September 2013 09:15

Ratoh Jaroe dari Jakarta Menghentak Taman Ratu
Siswi SMA Al Azhar 4 Kemang Pratama Bekasi menampilkan tarian Ratoh Jaroe pada malam penutupan Pekan Kebudayaan Aceh (PKA)-6 di Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh, Minggu (29/9) malam. SERAMBI/BUDI FATRIA 

RIBUAN pengunjung yang memadati Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh, tadi malam--termasuk Gubernur Zaini Abdullah bersama pejabat Aceh lainnya plus budayawan--bagai terhipnotis menyaksikan 15 dara jelita beraksi dengan tarian saman ratoh jaroe. Tarian yang sangat atraktif yang melibatkan siswi kelas III SMA Al-Azhar IV Kemang Pratama, Bekasi tersebut menjadi pembuka seremoni penutupan Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-6 yang berlangsung sejak 20 September 2013.

Tari saman ratoh jaroe memiliki kisah panjang dimulai tujuh tahun lalu di Jakarta. Saat itu, Kantor Penghubung Pemda Aceh di Jakarta mengadakan Festival Saman di Anjungan Aceh Taman Mini Indonesia Indah (AA-TMII).

Dari festival saman pertama yang diikuti kalangan sangat terbatas itu, kemudian pada festival kedua dan ketiga semakin meluas. Bahkan, saman ratoh jaroe yang dimainkan dara-dara cantik yang masih duduk di bangku SMA dan SMP itu saat ini menjadi kegiatan ekstra kurikuler yang paling bergengsi di sekolah-sekolah favorit di Jakarta.

Dra Yayu Dirayah, guru dan penanggung jawab Eskul SMA Al-Azhar 4 Kemang Pratama, Bekasi yang mendampingi 20 siswinya yang tampil pada malam penutupan PKA ke-6 di pangung utama Taman Ratu Shafiatuddin, Banda Aceh mengakui kalau saman ratoh jaroe saat ini jadi idola remaja Jakarta dan sekitarnya.

Sebagai peraih tiga gelar juara festival saman ratoh jaroe yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Pemda Aceh di Jakarta, kata Yayu, pihaknya secara berjenjang menyiapkan tiga tim saman setiap tahun. “Ada yang di kelas X, XI, dan kelas XII,” katanya.

Anehnya, kata Yayu, sebagian anak yang ingin masuk ke SMA Al-Azhar 4 Bekasi ada yang termotivasi karena ingin bergabung dalam tim saman ratoh jaroe. Kenapa? Ternyata menjadi penari saman ratoh jaroe itu bisa membuka peluang bagi mereka untuk tampil di berbagai even penting nasional dan internasional.

“Tim sekolah kami sering diundang pihak kedutaan asing di Jakarta. Selain di Kedubes AS di Jakarta, kami pernah tampil hingga ke Cina, Kuala Lumpur, dan Turki,” kata guru yang mengaku asal Bali tersebut.

Halaman123
Editor: bakri
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas