Opini

Fenomena Hujan Es dan Potensi Bencana

HUJAN es dapat menyebabkan bencana terutama dalam intensitas yang sangat tinggi. Peristiwa hujan es dapat menimbulkan

Oleh Nazli Ismail

HUJAN es dapat menyebabkan bencana terutama dalam intensitas yang sangat tinggi. Peristiwa hujan es dapat menimbulkan bahaya bagi kendaraan, pesawat udara, atap rumah, dan lahan pertanian. Akumulasi hujan es di atas atap rumah dapat menyebabkan kerusakan struktur atap. Untungnya di daerah tropis hujan es tersebut langsung mencair ketika jatuh ke bumi.

Badai hujan es juga dapat berbahaya bagi aktivitas pesawat udara. Ketika hujan es terbentuk dalam ukuran yang relatif besar, yaitu di atas ukuran kerikil dengan diameter 13 mm, hantaman hujan es dapat menyebabkan kerusakan yang serius pada pesawat walau hanya dalam sesaat. Akumulasi hujan es pada permukaan landasan pacu juga dapat berbahaya pada saat naik dan turunnya pesawat. Sedangkan bagi pengendara mobil, hujan es dapat mengganggu aktivitas berkendara. Hantaman hujan es yang berukuran besar juga dapat merusak badan dan kaca mobil.

 Relatif sensitif
Pada lahan pertanian, hujan es dapat menimbulkan kerusakan lahan pertanian yang relatif sensitif seperti padi, kacang-kacangan, sayur-sayuran dan tembakau. Meskipun demikian, sangat jarang badai hujan es yang sangat lebat terjadi sehingga dapat menimbulkan bencana. Badai hujan es yang terbesar pernah terjadi di South Dakota, Amerika Serikat, pada Juli 2010. Ukuran es yang jatuh rata-rata diameternya 20 Cm dengan berat per butir hampir 1 Kg. Bayangkan jika hujan es seukuran ini menghantam wilayah kita, maka tidak hanya lahan pertanian yang rusak, tetapi juga dapat merobohkan atap bangunan.

Badai hujan es biasanya melanda wilayah yang tidak terlalu luas dengan durasi kejadian antara beberapa menit sampai 15 menit. Pada kondisi yang lebih parah, hujan es dapat merobohkan pepohonan, gangguan jaringan listrik, banjir bandang, dan longsor pada wilayah yang memiliki kemiringan lahan tinggi.

Hujan es (hail) adalah bentuk lain dari hujan yang berupa butiran es. Proses pembentukannya dapat terjadi melalui peristiwa pembekuan uap air di dalam atmosfer karena temperatur sekitarnya yang sangat dingin sehingga mengalami pembekuan. Es yang terjadi dengan proses ini biasanya berukuran besar, sehingga tidak semuanya mencair ketika jatuh di permukaan bumi. Meskipun temperatur di daerah tropis seperti di Indonesia sangat panas, sehingga tidak memungkinkan terjadinya salju, peristiwa hujan es masih memungkinkan terjadi di tempat kita. Hujan es dapat terjadi karena peristiwa penarikan uap air sangat dingin ke permukaan benih-benih es. Proses pengembunan yang mendadak dapat membentuk ukuran butiran-butiran es yang besar.

Hujan es disertai dengan angin puting beliung dapat berasal dari jenis awan berlapis yang berada di dekat dengan permukaan bumi. Awan berlapis-lapis yang mirip dengan bunga kol ini menjulang tegak sampai dengan ketinggian di atas 30.000 kaki, dikenal sebagai awan Cumulonimbus. Awan ini mengalami pertumbuhan secara tegak dengan luasan wilayahnya dapat mencakup 3-5 km. Durasi kejadian hujan es sangat singkat yaitu berkisar antara 3-5 menit. Di wilayah tropis hujan es jarang terjadi sampai 10 menit. Dengan kondisi luasan dan durasi kejadian yang demikian, maka hujan es terjadi sangat lokal dan tidak merata. Pada dataran yang anginnya bertiup dari barisan pegunungan besar, udara hangat dan lembab tertolak ke tempat yang amat tinggi, Peristiwa ini dapat menimbulkan hujan es yang kuat meskipun lokasinya berada di dekat khatulistiwa yang tidak memungkinkan turunnya hujan salju.

Butiran es biasanya terjadi bersamaan dengan hujan lebat yang kadang disertai dengan angin kencang atau puting beliung. Kejadian ini potensial terjadi pada musim pancaroba, yaitu musim peralihan antara musim kemarau dengan musim hujan atau sebaliknya. Pada musim pancaroba, angin cenderung lemah dan berubah-ubah arah sehingga pemanasan optimum yang menyebabkan suhu relatif tinggi.

 Tak perlu khawatir
Peristiwa hujan es biasanya terjadi dalam waktu singkat dan jarang terjadi hujan es susulan pada daerah yang sama. Hujan es atau badai susulan dapat terjadi jika atmosfer dapat membentuk kembali formasi awan tebal dan rendah dalam waktu yang singkat. Dengan demikian tidak perlu dikhawatirkan bahaya susulan setelah badai hujan es melanda suatu wilayah.

Hujan es jarang terjadi di daerah kita karena pada umumnya awan pembawa hujan bergerak secara horizontal, sehingga sering menimbulkan hujan yang merata ke wilayah yang relatif luas dengan durasi yang relatif lama. Kecanggihan teknologi citra udara telah mampu memantau peristiwa hujan es sebelum kejadia. Namun demikian sering luput dari prakiraan karena jangkauan wilayahnya yang sangat kecil (lokal). Secara sederhana, ciri-ciri akan datangnya hujan es dan angin puting beliung dapat dipantau. Beberapa jam sebelum kejadian, udara di tempat yang bakal turun hujan es terasa panas.

Mengingat hujan es merupakan peristiwa alam yang sangat normal, maka tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan. Apalagi kejadian tersebut jika diikuti dengan praduga-praduga yang mistis yang tidak masuk akal. Sangat tidak dianjurkan untuk menggunakan air hujan es untuk pengobatan apalagi untuk diminum. Berdasarkan penelitian para ahli, uap air yang membeku tersebut dapat saja bercampur dengan kuman dan debu. Jangankan untuk dijadikan obat, penyalahgunaan air tersebut bahkan dapat menimbulkan penyakit bagi manusia.

* Dr. Nazli Ismail, M.Sc, Ketua Jurusan Fisika pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), dan Dosen Pascasarjana Ilmu Kebencanaan pada Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Banda Aceh.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved