• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 26 Juli 2014
Serambi Indonesia

Bahasa Indonesia Penghela Iptek

Minggu, 6 Oktober 2013 08:57 WIB

Oleh Iskandar Syahputera, S.Ag, Staf Fungsional Umum Balai Bahasa Banda Aceh

BAHASA Indonesia sebagai bahasa resmi pengantar pendidikan kiranya telah lebih mendapatkan porsinya sebagai bahasa pengantar pendidikan di dalam penerapan kurikulum 2013. Pernah sempat menjadi suatu kerisauan atau kekhawatiran bagi para pemerhati pendidikan di Indonesia, bahwa penggunaan bahasa asing sebagai bahasa pengantar pendidikan di sebagian sekolah-sekolah bertaraf internasional telah menggeser fungsi dan peran bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar resmi pendidikan di Indonesia.

Namun dengan hadirnya kurikulum 2013 pada saat ini, telah membawa pencerahan terhadap wajah pendidikan di Indonesia umumnya dan penggunaan bahasa Indonesia khususnya sebagai bahasa pengantar pendidikan yang sekaligus berfungsi sebagai pembawa wahana ilmu pengetahuan ke bidangbidang ilmu pengetahuan lainnya.

Dalam kurikulum 2013 bahasa Indonesia mulai menempati posisi sebagai bahasa pembawa wahana ilmu pengetahuan. Konsep tematik terpadu (tematik antar mata pelajaran, dan tematik dalam suatu mata pelajaran telah memfungsikan bahasa Indonesia sebagai penghantar ilmu pengetahuan antar mata pelajaran. Dalam hal membangun wawasan, pengembangan tema dan menghubungkan satu tema dengan tema yang lain antar mata pelajaran, bahasa Indonesia telah mampu berfungsi sebagai bahasa penyalur ilmu pengetahuan.

Dalam kurikulum 2013 yang berdasarkan pendekatan scientific (ilmiah), yaitu mengamati, menanya, menalar, menyaji dan mencipta, pendekatannya telah diturunkan melalui metode pembelajaran bahasa Indonesia yang berbasis teks. Seperti yang disampaikan dalam kata pengantar buku bahasa Indonesia untuk kelas VII dan kelas X kurikulum 2013 yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2013, dikatakan bahwa “Pembelajaran bahasa Indonesia dilaksanakan dengan menerapkan 4 prinsip yaitu (1) bahasa hendaknya dipandang sebagai teks, bukan semata kumpulan kata-kata atau kaidah-kaidah kebahasaan, (2) penggunaan bahasa merupakan proses pemilihan bentuk-bentuk kebahasaan yang mengungkapkan makna,(3) bahasa bersifat fungsional, yaitu penggunaan bahasa yang tidak pernah dapat dilepaskan dari konteks karena dalam bentuk bahasa yang digunakan itu tercermin ide, sikap, nilai, dan ideologi penggunanya, (4) bahasa juga merupakan sarana kemampuan berpikir manusia.

Dari prinsip-prinsip di atas maka metode pembelajaran ini diterapkan melalui beberapa tahapan yaitu membangun konteks, membangun teks secara bersama antara guru dan siswa, membangun teks mandiri dan pada akhirnya dapat menyusun teks secara terampil. Sebagai tambahannya, untuk lebih terintegrasinya kurikulum 2013 ini, standar kompetensi kelulusan (SKL) untuk tiap- tiap jenjang pendidikan dan tiap mata pelajaran tetap terbagi dalam tiga aspek yaitu aspek sikap (religi dan sosial) yang menjadi lebih utama, aspek pengetahuan dan aspek keterampilan.

Pada prinsipnya kemampuan dan kepekaan tenaga didik dalam mengelaborasi, menganalisis, menginterpretasikan dan mengintegrasikan standar kompetensi (SKL), kompetensi inti (KI), dan kompetensi dasar (KD) adalah hal yang sangat diharapkan penerapan dalam kurikulum 2013 ini. Adapun segala kompetensi yang diharapkan dalam kurikulum 2013 ini tetap merujuk kepada tujuan pendidikan nasional yang tercantum pada UU RI No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang intinya adalah menjadikan peserta didik yang beriman, dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.

Editor: bakri
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas