Pandangan

Riwayat ISBI Aceh

PEMERINTAH melalui Kemdikbud telah menetapkan pendirian empat Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI)

Sebelumnya lagi, 17-21 Desember 2012, juga ada rapat finalisasi dokumen ISBI Aceh di Hotel Gran Malindo Bukitinggi, Sumatera Barat. Saat itu, Bahar juga menyatakan semua dokumen sudah rampung. Oleh karenanya, aneh tatkala ISI Padangpanjang kembali menggelar rapat dokumen ISBI Aceh pada 19-24 Agustus 2013 kemarin. Pertanyaannya, dokumen apa lagi itu, bukankah dokumen-dokumen ISBI Aceh sudah selesai semuanya?

Untuk diingat, pada Juli dan Agustus 2012, tim perumus, pendiri, dan faslitator ISBI Aceh sudah pernah bertemu membahas semua dokumen ISBI Aceh, di Hermes Palace Hotel. Mencermati semua itu, terkesan bahwa pendirian ISBI Aceh hanya jalan pada rapat-rapat dokumen. Uniknya, setiap memusyawarahkan dokumen tersebut, nama-nama tim penyusunnya berubah-ubah.

Kini, nama ketua panitia pun juga telah berganti tanpa diketahui pasti kapan penggantiannya. Tahun lalu, ketua umum pelaksana ISBI Aceh dijabat oleh Mahdi Bahar, Rektor ISI Padangpanjang. Pelaksana di Aceh langsung dijabat oleh Ketua DKA. Namun, dalam pertemuan di hotel Permatahati tempo hari disebutkan bahwa ketua pelaksana ISBI Aceh dijabat oleh Sulaiman Djuned, dosen ISI Padangpanjang. Entah kapan perubahan struktur ini dilakukan oleh ISI Padangpanjang.

Tatkala ISI Padangpanjang dapat melakukan perubahan struktur kepanitiaan dalam sekedip mata, pantas Pemerintah Aceh merasa berhak pula membuat SK sendiri. Sayangnya, tarik-menarik kepentingan ini telah membuat ISBI Aceh lebih dahulu mati sebelum lahir.

Mengatasi ini, Kemdikbud mesti turun tangan. Menyedihkan sekali, ISBI daerah lain sudah mulai berjalan, di Aceh masih disibukkan dengan gonta-ganti kepanitiaan. Sedikit sentilan dari Khalil Gibran, sungguh kasihan bangsa, yang negarawan (dan akademisinya) serigala, filosofinya periuk nasi, senimannya tukang tiru, aktivitasnya ribut melulu.

* HERMAN RN, Alumnus Pascasarjana Unsyiah, pengkhidmad seni di Banda Aceh.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved