• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 1 November 2014
Serambi Indonesia

Sandi Mulai Hidup Laksana Selebriti

Jumat, 18 Oktober 2013 10:03 WIB

Sandi Mulai Hidup Laksana Selebriti
Gelandang Timnas U-19, Hendra Sandi Gunawan (tiga dari kanan) melayani foto bareng setiba di Mes Persiraja di Lampinueng sebelum bertolak ke Yogyakarta melalui bandara internasional SIM Blang Bintang, Aceh Besar, Rabu (16/10). SERAMBI/MUHAMMAD HADI 

KETENARAN membuat kehidupan seseorang berubah dari biasanya. Hal yang sama juga dirasakan gelandang Timnas U-19, Hendra Sandi Gunawan. Kini pemain Persiraja kelahiran Kota Fajar, Aceh Selatan, 10 Februari 1995 ini harus menikmati perubahan dan kehidupan yang tak biasanya. Bahkan kondisi yang sama juga dirasakan pemain Timnas U-19 asal Aceh lainnya, Zulfiandi.

Semenjak Sandi yang juga anak dari pasangan Alfian M Saleh dan Supini A Wahab ini memperkuat Timnas U-19 di Piala AFF hingga Indonesia menjadi juara. Kemudian Sandi merasakan pertandingan saat membela Timnas U-19 di kualifikasi AFC dan lagi-lagi skuad Garuda Jaya menjadi juara Grup G dan berhak lolos ke putaran final Piala Asia U-19 di Myanmar 2014. Selama even itulah wajah Sandi bersama pemain lain dapat disaksikan di televisi.

Berkat wajahnya masuk TV dan namanya juga sering disebutkan selama even itu, membuat Sandi harus merasakan perbedaan saat berada di luar lapangan. Ekspektasi publik yang luar biasa terhadap Timnas U-19 membuat banyak orang yang meminta foto bareng, mulai di bandara bahkan di dalam pesawat. Perubahan juga terjadi saat nongkrong di warung kopi, ada saja yang minta foto bareng.

Bahkan fans Persiraja sendiri langsung minta foto bareng begitu pertama kali bertemu Sandi saat tiba di Mes Persiraja, Rabu (16/10). Padahal sebelum masuk skuad Timnas U-19, Sandi merasakan tak begitu banyak melayani orang yang minta foto. Kini kondisinya berubah total dan hidup Sandi pun mulai menjelma laksana selebriti. “Banyak yang minta foto, bahkan ada yang minta foto saat di bandara dan dalam pesawat,” kenang Sandi kepada Serambi.

Hanya saja, janji Sandi untuk pulang kampung dan mengunjungi keluarga besarnya di Kota Fajar, Aceh Selatan usai kualifikasi AFC belum kesampaian. Karena sepulang dari ajang itu, Sandi kembali harus menghadapi babak play-off Liga Primer Indonesia (LPI) musim 2013. Ia pun terbang lagi ke Bantul, Yogyakarta bersama skuad Persiraja, Rabu (16/10). Situasi ini membuat Sandi belum sempat bertemu orang tua, dan keluarga besarnya di kampung, serta sahabatnya yang bakal minta foto bareng. “Ngak sempat pulang ke Kota Fajar. Orang tua juga belum ketemu,” ujarnya.

Kemungkinan kerinduan itu harus ditunda Sandi hingga babak play-off usai. Kini Sandi sedang fokus total untuk berjuang agar bisa membawa Persiraja masuk tiga besar Grup L sebagai pintu masuk promosi ke LSI musim 2013. Tenaga Sandi masih dibutuhkan mengingat ‘Laskar Rencong’ harus bersaing dengan Persepar Palangkaraya, Persiba Bantul, Perseman Manokwari Papua Barat, dan PSIR Rembang.(adi)

Editor: bakri
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas