• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 25 Juli 2014
Serambi Indonesia

Aceh Kirim 73 Cama ke UPI Bandung

Senin, 21 Oktober 2013 09:02 WIB

* Khusus Program Guru Sekolah Luar Biasa
* Beasiswa Penuh Pemerintah Aceh

BANDA ACEH - Pemerintah Aceh mengirimkan 73 calon mahasiswa (cama) S-1 reguler program Pendidikan Luar Biasa (PLB) ke Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Ke 73 calon mahasiswa dari berbagai daerah di Aceh, dilepas Kabid Pendidikan Menengah pada Dinas Pendidikan (Disdik) Aceh, Drs Laisani MSi, Sabtu (19/10).

“Mahasiswa yang disiapkan untuk menjadi guru di sekolah-sekolah luar biasa di Aceh, akan belajar selama empat tahun di UPI Bandung dengan mendapat beasiswa penuh dari Pemerintah Aceh,” kata Laisani kepada Serambi, kemarin.

Menurut panitia seleksi calon mahasiswa UPI, Drs Helmizar, para calon mahasiswa yang merupakan hasil seleksi bersama UPI Bandung dan Disdik Aceh, sudah terbang ke Bandung, Minggu (20/10) siang kemarin. Sebelum berangkat, mereka secara khusus diberi pembekalan yang disampaikan Kabid Dikmen Disdik Aceh, Laisani.

Pada pembekalan dibahas tentang pola penyelenggaraan pendidikan yang menyangkut, konteks (tenaga pendidik, kependidikan, dan kurikulum), input (rekruitmen calon siswa), proses (guru harus menyiapkan diri mulai dari mental guru, materi ajar sesuai kurikulum), output (tamatan ), dan outcome (kemana setelah tamat, alumni SDLB masuk ke SMPLB, dan lainnya.

Menurut Laisani, guru untuk ketiga bidang studi tersebut saat ini sudah tergolong langka di Aceh. Sekolah-sekolah luar biasa, baik SDLB, SMPLB, dan SMALB yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota selama beberapa tahun terakhir sangat kekurangan tenaga pengajar yang ahli di bidangnya.

“Kalau satu guru saja memasuki usia pensiun, sekolah akan sangat kesulitan mencari guru pengganti,” katanya. Karena itu, ke 73 calon mahasiswa UPI asal 23 kabupaten/kota se Aceh, akan dididik menjadi guru khusus yang akan menangani siswa berkebutuhan khusus seperti tuna netra, tuna rungu dan tuna daksa.

Padahal, prestasi mereka di berbagai even tingkat nasional, banyak anak-anak yang berkebutuhan khusus tersebut ikut mengharumkan nama Aceh. Terakhir, tercatat siswa kelas 3 SMPLB Negeri Pembina Aceh Tamiang, Nurriyan meraih 3  mendali, dua emas di lomba  kursi balap 100 meter dan 200 meter serta satu perak di cabang tolak Peluru Porcanas di Jakarta.(sir)

Editor: bakri
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas