• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 28 Juli 2014
Serambi Indonesia

Dua Pedang Berlapis Emas Ditemukan di Lokasi Penemuan Koin Emas

Rabu, 13 November 2013 20:52 WIB
Dua Pedang Berlapis Emas Ditemukan di Lokasi Penemuan Koin Emas
Dua pedang yang ditemukan di lokasi penemuan harta karun (Foto: Salman/Okezone)

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Setelah digegerkan dengan penemuan ratusan koin emas kuno di kuala Krueng Doy, Gampong Pande, Kecamatan Kutaraja, warga Gampong Pande, kembali dibuat heboh. Dua pedang kuno ditemukan di sekitar lokasi itu.

Pedang yang panjang masing-masingnya mencapai satu meter itu diperkirakan peninggalan Kerajaaan Aceh. Pangkal gagangnya berbentuk kepala singa dan berukir seperti tulisan Arab. Bilahnya bermotif bunga. Gagang dan ringnya diyakini berlapis emas, sedangkan sarungnya terbuat dari perunggu.

Berdasarkan informasi dihimpun dari sejumlah warga, pedang itu mulanya ditemukan seorang warga Aceh Timur yang belum diketahui identitasnya siang tadi.

“Ia mengaku bermimpi bertemu harimau kemudian dia diperintahkan untuk ke lokasi itu,” kata Saiful (35), seorang warga Gampong Pande kepada wartawan, Rabu (13/11/2013).

Tadi malam warga itu mendatangi lokasi yang letaknya sekira 20 meter dari lokasi temuan koin di muara Kreung (Sungai) Doy. Lokasi ini terbilang sepi karena kebanyakan warga fokus mencari koin emas pada titik temuan pertama.

Ia kemudian memasukkan dua pedang itu ke dalam karung, kemudian meninggalkan lokasi. Beberapa warga kampung mencurigai gerak-gerik pria itu.

“Warga memeriksa karung yang dia bawa dan menginterogasinya. Saat itulah dia mengaku bermimpi, kemudian diperintahkan ke lokasi,” ujar Saiful.

Dua pedang itu selanjutnya disita warga dan diamankan di Kantor Keuchik Gampong Pande. Informasi temuan itu menyebar dari mulut ke mulut. Dalam waktu singkat, kantor itu sudah diserbu warga yang penasaran. Sementara pria yang menemukan pedang itu pergi. “Tidak tahu lagi kemana,” tuturnya.

Di tengah kerumunan orang di Kantor Keusyik, seorang perempuan bernama Bunda (30) tiba-tiba kesurupan. Ia meronta-ronta dan menangis.

“Jangan ambil lagi barang-barang itu, tolongi kami. Kembalikan pedang itu di Makam Teungku Dikandang. Kembalikan segera barang kami!" kata perempuan itu sambil menangis.

Makam Teungku Dikandang yang dimaksud merupakan sebuah makam kuno yang letaknya di Gampong Pande. Makam itu sudah dipugar sebagai cagar budaya.(okezone.com)

Editor: faisal
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
berita POPULER
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas