Sabtu, 29 November 2014
Serambi Indonesia

17 Mobil Pelat Hitam Terjaring Razia

Selasa, 26 November 2013 08:55 WIB

* Kadishubkomintel Aceh Klarifikasi Pernyataan Ketua ‘Koetaraja’

BANDA ACEH - Razia awak angkutan umum L-300 terhadap mobil berpelat hitam yang mengangkut penumpang dari Blangpidie di kawasan Kecamatan Leupueng, Aceh Besar berlanjut, Senin (25/11) malam. Para sopir L-300 ini awalnya mengamankan sembilan mobil, umumnya jenis Kijang yang mengangkut penumpang dari Labuhanhaji, Blangpidie di Km 23 Leupueng.

Kemudian, agar razia ini tak meluas dan tidak terjadi hal-hal tak diinginkan, personel Polsek Leupueng membubarkan razia ini dan mereka yang merazia mobil pelat hitam di depan Mapolsek itu atau tepatnya di Km 24. Hasilnya polisi menjaring delapan mobil lain. “Penumpang dari 17 mobil itu sekitar 120 orang dan saat ini sebagian sudah diangkut menggunakan bus sekolah milik Kecamatan Leupueng ke Banda Aceh,” kata Kapolres Aceh Besar melalui Kapolsek Leupueng, Ipda Fitra menjawab Serambi, malam tadi.

Kapolsek menyebutkan sembilan mobil dirazia awak angkutan L-300 di Km 23 adalah mobil disewa pihak Dinas Pendidikan Simeulue untuk mengangkut warganya dari Pelabuhan Labuhanhaji, Aceh Selatan yang buru-buru ingin mengikuti ujian ke Banda Aceh. Mereka terlambat datang karena beberapa hari sebelumnya KMP Teluk Sinabang tak bisa beroperasi.

“Ya sebetulnya mobil pelat hitam ini pun tak melanggar karena dirental oleh pihak Dinas Pendidikan Simeulue, bukan mengambil penumpang di jalan. Tetapi karena para sopir L-300 ini lagi kesal lantaran selama ini banyak mobil berpelat hitam mengangkut penumpang secara ilegal, maka mobil berpelat hitam yang sudah dirental pun jadi sasaran mereka,” ujar Kapolsek Leupueng.

Namun, Kapolsek mengatakan pihaknya sama sekali tak berada dalam kapasitas menilai siapa benar dan salah, tetapi murni menertibkan agar tak terjadi hal-hal tidak diinginkan, sekaligus mengoordinir agar semua penumpang terangkut ke Banda Aceh, terutama warga Simeulue yang ingin mengikuti ujian. Sedangkan mobil terjaring razia diamankan di Mapolsek Leupueng.

“Saat ini Kasat Lantas Polres Aceh Besar, Kabag Ops juga sudah di lokasi. Kami sedang menunggu bus dari Dishub Aceh Besar untuk menjemput sisa penumpang ini,” lapor Kapolsek Leupueng.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi, Informasi dan Telematika (Kadishubkomintel) Aceh, Said Rasul mengklarifikasi pernyataan Ketua Komite Transportasi Kijang Aceh (Koetaraja), Marhaban Pradoni yang mengatakan mobil Innova di bawah organisasi mereka bisa mengangkut penumpang karena sudah memiliki izin usaha pariwisata yang dikeluarkan Kepala KP2TSP Banda Aceh, asal mereka tak mengambil penumpang di terminal dan di jalan, tetapi penumpang yang memesan, seperti diberitakan Serambi kemarin.

“Itu pernyataan sangat membohongi publik. Sesuai komitmen bersama 21 Maret 2013 ditandatangani Wakil Ketua DPRA, Wadir Lantas atas nama Kapolda Aceh, staf ahli Pangdam atas nama Pangdam IM, saya atas nama Kadishubkomintel Aceh ketika itu, dan Ketua Organda Aceh bahwa semua angkutan umum pelat hitam diharamkan beroperasi dan mengangkut penumpang umum di seluruh wilayah Aceh,” tandas Said Rasul sambil memperlihatkan surat komitmen bersama tersebut.

Soal izin usaha pariwisata, Said Rasul mengatakan hal itu jelas-jelas tak bisa diterjemahkan untuk mengangkut penumpang umum, asal tak mengambil di terminal dan jalan raya, seperti disampaikan Marhaban. Tapi itu mungkin sebatas izin usaha yang benar-benar untuk kepentingan pariwisata, misalnya mengangkut semua penumpang dari satu tempat ke tempat lain dengan menyewa mobil tersebut. “Intinya, mobil yang boleh mengangkut penumpang itu berpelat kuning dan sudah memiliki izin trayek. Kami harap kepada penumpang untuk naik angkutan resmi, karena sudah dijamin asuransi jika terjadi kecelakaan. Sesuai komitmen bersama itu, kami juga berharap polisi kembali merazia mobil berpelat hitam yang mengangkut penumpang ini,” tandas Said Rasul. 

Seperti diberitakan Serambi kemarin, konflik awak angkutan umum L-300 dengan sopir/pengusaha angkutan berpelat hitam (dikenal sebagai mobil rental) pecah lagi di Aceh. Dalam kasus terbaru, awak angkutan L-300 dilaporkan mengeroyok sopir mobil rental yang sedang beroperasi di Abdya, Jumat (22/11) malam dan pada Minggu (24/11) dini hari, awak L-300 juga menyita tiga Kijang Innova dari lembaga Koetaraja saat merazia di Gle Judah, Lhoknga, Aceh Besar. Kemudian, ketiga mobil itu diserahkan ke Polresta Banda Aceh. (sal)

Editor: bakri

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas