Terminal Paya Ilang Kembali Difungsikan

Terminal Terpadu Paya Ilang, di Kota Takengon, Aceh Tengah, kembali difungsikan setelah sebelumnya dinonaktifkan

Editor: bakri

* Setelah Rusak Diguncang Gempa

TAKENGON - Terminal Terpadu Paya Ilang, di Kota Takengon, Aceh Tengah, kembali difungsikan setelah sebelumnya dinonaktifkan selama beberapa bulan karena kondisi gedung terminal rusak akibat diguncang gempa. Difungsikannya terminal kembali terminal type A itu, ditandai dengan dilakukannya peresmian oleh Bupati Aceh Tengah, Ir H Nasaruddin MM, Sabtu (4/1) malam, sekira pukul 20.00 WIB.

Peresmian Terminal Terpadu Paya Ilang, juga dirangkai dengan pemindahan loket mobil angkutan jenis minibus L300 yang mulai beroperasional di lokasi terminal. “Terminal ini, sebelumnya sudah diresmikan awal Pebruari 2013 lalu, namun akibat gempa sehingga merusak sebagian bangunan terminal dan ditutup selama beberapa bulan untuk perbaikan. Sekarang terminal ini, sudah bisa difungsikan lagi,” kata Kadishubkominfo Aceh Tengah, Syahrial Apri, sela-sela acara pembukaan.

Disampaikan Sahrial, ada enam perusahaan angutan jenis AKAP yang beroperasi di terminal itu, diantaranya CV Kurnia dengan jumlah armada sebanyak enam unit bus, CV Putra Pelangi enam unit bus, Firma PMTOH dua unit bus, CV Harapan Indah dua unit bus, Sempati Star dua unit bus, dan CV Aceh Tengah, baru menyediakan satu unit bus. Sedangkan loket L 300 yang tersedia, berjumlah 18 unit loket dengan variasi trayek AKAP dan antar kota.

Pada acara peresmian itu, selain dihadiri sejumlah anggota forum komunikasi pimpina daerah, seperti Ketua DPRK Aceh Tengah, Kapolres, Dandim, Kajari Takengon, serta sejumlah kepala SKPK di jajaran Pemkab Aceh Tengah, juga disaksikan oleh Kabid Perhubungan Darat, Dinas Perhubungan Provinsi Aceh, Raidin Pinem MAP. Dalam kesempatan, Kabid menyampaikan bahwa pengoperasian terminal Paya Ilang merupakan terobosan yang sangat baik. “Mengingat di jalur tengah Aceh, baru Takengon yang memiliki terminal type A,” kata Raidin Pinem.

Di sisi lain, lanjutnya, pemerintah Aceh telah menyiapkan dana untuk tahun sebesar Rp18 miliar, untuk pembebasan lahan perluasan Bandara Rembele, di Kabupaten Bener Meriah. Walaupun, posisi bandara bukan di Aceh Tengah, namun pemanfaatan bandara tersebut, juga dirasakan oleh masyarakat di daerah ini. “Sesuai dengan janji presiden yang akan menggelontorkan dana sebesar Rp600 miliar untuk dalam kaitan pembangunan sarana dan prasarana paska gempa di Aceh Tengah dan Bener Meriah. Termasuk diantaranya pembangunan terminal dan bandara,” paparnya.

Untuk tahun ini, Dinas Perhubungan Provinsi Aceh, telah mengalokasikan dana sebesar Rp 1,5 miliar untuk pembangunan gril dan pengaman jalan-jalan lantaran kondisi daerah di lintas tengah dan tenggara terdiri dari pegunungan serta banyak jurang yang sangat dalam sehingga dibutuhkan pengaman. “Fasilitas perhubungan, daerah kita di kawasan tengah ini, masih jauh tertinggal jika dibandingan dengan kawasan timur dan utara Aceh,” ujarnya.

Bupati Aceh Tengah, Ir H Nasaruddin MM, ketika meresmikan terminal Terpadu Paya Ilang, menekankan, komplek terminal yang barus diresmikan itu harus bersih. Bukan hanya bersih dari sampah tetapi bersih dari hal-hal yang berbau negatif. Bahkan Nasaruddin, berjanji tak segan-segan mencopot Kepala Dinas Perhubungan jika menemukan adanya penjualan minuman keras di komplek terminal tersebut. “Kalau nanti saya jumpai ada yang menjual minuman keras di terminal ini, hari itu juga kepala dinasnya akan saya copot,” tegas Nasaruddin.

Dikatakan Nasaruddin, terminal terpadu Paya Ilang, harus bisa menjadi contoh terminal yang bersih Aceh serta memberikan pelayanan yang baik bagi masyarakat. Untuk itu, lanjutnya, terminal Paya Ilang, akan mendapat perlakuan khusus, mulai dari kondisi halaman, parkir kendaraan terpantau rapi, toilet, MCK bahkan mushala, semuanya harus dalam keadaan bersih. “Saya akan sering langsung memantau kondisi terminal ini. Jika saya temukan kotor, kepala dinasnya yang akan saya suruh bersihkan,” kata Bupati Aceh Tengah ini, sembari memaparkan sejumlah hal penting lainya terkait dengan kondisi terminal. (c35) 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved