Puisi
Kapas
Bila napasmu menjelma kota kata lalu merampas batas kesunyian
Karya Wawan Kurn
Bila napasmu menjelma kota kata
lalu merampas batas kesunyian
menjelma jalan sepi tak bertepi
dan mencipta jejak silam tentang sajak
maka dalam kehidupan lain
napasmu berterbangan melepas dirinya
dari sepotong jiwa berwarna kapas
di antara bayangan lampau
maka, lekaslah bergegas menuju pengharapan
sembari Tuhan tuangkan tetesan pedih
dalam segelas kisah pecah penuh resah
untuk kepergianmu
kembali kau sembunyikan segalanya
jalan menuju kehilangan
antara makna dan ketiadaan dunia
hingga lenyap, tanpa sepatah kata
saat kau menarik panjang napasmu
diikuti larik sajakmu yang menggoda
ada baiknya, tak kau hembuskan lagi
jalan pulang menuju dirimu yang lampau
Makassar, 29 Januari 2014
* Wawan Kurn, lahir di Pinrang 4 Maret 1992. Mahasiswa Fakultas Psikologi, Universitas Negeri Makassar. Karya-karyanya pernah dimuat di Koran Tempo Makassar, Harian Fajar Makassar, Tribun Timur Makassar, Republika, okezone.com, Koran Sindo, Kompas (Kompas Kampus).