Sabtu, 23 Mei 2015

Caleg PNA-Kader PA Bentrok di Lhokseumawe

Kamis, 27 Februari 2014 08:53

Caleg PNA-Kader PA Bentrok di Lhokseumawe
Mobil PA hancur akibat di rusak sekelompok pria di kawasan Desa Hagu Selatan, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, Rabu (26/2). Mobil tersebut saat ini telah diamankan di Mapolres Lhokseumawe. SERAMBI/ZAKI MUBARAK 

* Mobil dan Atribut Partai Dirusak

LHOKSEUMAWE – Seorang caleg dari Partai Nasional Aceh (PNA) mengaku dianiaya oleh seorang kader Partai Aceh (PA) ketika akan menempel stiker dirinya di Lorong I, Desa Hagu Selatan, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Rabu (26/2) sore. Namun Ketua Dewan Pimpinan Sagoe (DPS) PA Banda Sakti, M Nur membantah terjadi penganiayaan oleh kader PA. “Itu hanya perkelahian biasa,” tandas M Nur.

Caleg PNA yang mengaku dianiaya tersebut bernama Ilyas Syafi’i. Tak lama setelah insiden itu, tiba-tiba muncul sekelompok pria menghancurkan satu mobil Avanza BK 1468 ZN yang berbalut lambang PA dan tertulis nama caleg PA. Sejumlah atribut PA juga dicopot. Kedua belah pihak telah melaporkan kasus itu ke Polres Lhokseumawe.

Ilyas Syafi’i kepada Serambi mengatakan, pada sore kemarin ia bersama istrinya menuju rumah keluarganya di Lorong I, Hagu Selatan untuk meminta tolong menempelkan stiker dirinya di sekitar Lorong I tersebut. Tiba-tiba, kata Ilyas, datang seorang kader PA yang akrab dipanggil Jal. “Si Jal mengatakan kalau saya sudah jadi orang batak. Lalu saya jawab, jangan urus urusan saya. Tiba-tiba saya langsung dipukul di pelipis kanan dan ditendang di bagian perut dua kali hingga memerah,” kata Ilyas.

Istri Ilyas berusaha melerai sambil menarik Si Jal agar tidak lagi memukuli suaminya. Ilyas lari ke arah sebuah kios tetapi Si Jal tetap mengejar. Beruntung, pada saat bersamaan langsung dilerai oleh masyarakat. “Selanjutnya saya dibawa pulang ke rumah oleh keluarga,” ujarnya.

Sesampai di rumah, Ilyas melaporkan kasus itu ke Satgas PNA dan pihak satgas menganjurkan melapor ke polisi. “Sekarang saya sudah laporkan kasus penganiayaan ini ke Polres Lhokseumawe,” kata Ilyas.

Koordinator PNA Dapil V Aceh Utara dan Lhokseumawe, Misbahul Munir sangat menyayangkan terjadinya insiden penganiayaan yang menimpa kadernya. Misbahul mengharapkan agar kejadian ini bisa menjadi renungan bersama  dengan harapan tidak terulang lagi. “Harapan kita agar pemilu di Aceh bisa berjalan lancar dan demokratis,” kata Misbahul Munir.

Halaman12
Editor: bakri
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas