Senin, 22 Desember 2014
Serambi Indonesia

Masjid Bantuan Pembaca Serambi Rampung April

Kamis, 27 Februari 2014 09:00 WIB

Masjid Bantuan Pembaca Serambi Rampung April
Pemimpin Umum Harian Serambi Indonesia, Sjamsul Kahar (tiga dari kiri) meninjau pembangunan Masjid Baitul Quddus, di Kampung Mendale, Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah, Rabu (26/2). Pembangunan masjid sumbangan pembaca harian Serambi Indonesia itu, 40 persen bangunannya telah rampung dikerjakan. SERAMBI/MAHYADI 

* Pembangunan Sudah Capai 40 Persen

TAKENGON - Pembangunan Masjid Baitul Quddus di Desa Mendale Kecamatan Kebayakan, Aceh Tengah yang rusak akibat gempa 6,2 SR pada 2 Juli 2013 direncanakan rampung dikerjakan pada April 2014 mendatang. Pembangunan yang bersumber dari bantuan pembaca Harian Serambi Indonesia sudah mencapai 40 persen.

Direktur CV Poly Contruksi, Ir Saiful, kontraktor pelaksana pembangunan masjid tersebut menyatakan pembangunan Masjid Baitul Quddus sudah mencapai 40 persen. Dia merincikan, tiang utama, bagian dinding, balok atas sudah terpasang, sehingga diperkirakan bisa rampung pada April 2014.

“Kita usahakan dapat dirampungkan sesuai target, tetapi dengan hasil maksimal dan saat ini kita sedang menunggu bahan kubah dari Medan,” jelasnya. Disebutkan, pembangunan kubah masjid memakan waktu relatif lama, tetapi akan tetap diusahakan secepatnya. “Setelah itu tinggal finishing,” katanya.

Pimpinan Umum Harian Serambi Indonesia, Sjamsul Kahar bersama Manajer Iklan, Hari Teguh Patria Aman Attaya Rabu (26/2) melihat langsung kemajuan

pembangunan masjid dan bertemu dengan tokoh masyarakat Mendale. “Kita bersyukur, pembangunan masjid bantuan pembaca Serambi ini berjalan lancar. Semoga masjid ini nantinya bisa bermanfaat bagi warga setempat termasuk masyarakat yang melintas di kawasan itu,” katanya.

Sjamsul Kahar berharap agar pembangunan masjid ini benar-benar maksimal dan tidak buru-buru sehingga hasilnya sesuai yang diharapkan, ramah gempa, dan nyaman.

Menurut Direktur CV Hasafa Enginering Ir Safri selaku konsultan perencana, terdapat edikit perubahan kontruksi di bagian kerangka penyangga kubah. Jika sebelumnya dirancang menggunakan beton, namun diganti dengan rangka baja. Meski lebih mahal, namun diyakini lebih kuat dan sehingga “ramah gempa”.

“Khusus untuk kubahnya, masjid ini menggunakan stainless steel model baru dari Medan. Ini yang pertama di Aceh, selain kuat, kubahnya juga berwarna-warni untuk menambah keindahan,” katanya.(gun)

Editor: bakri

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas