Selasa, 28 Juli 2015

PNA Tolak Hasil Pemilu di Sejumlah Daerah

Sabtu, 12 April 2014 15:43

BANDA ACEH - Partai Nasional Aceh (PNA) mengklaim pelaksanaan Pemilu Legislatif 9 April 2014 di Aceh berlangsung dengan berbagai kecurangan dan kekerasan yang dilakukan secara terbuka dan sistemik. Setelah menerima laporan dari berbagai daerah, pimpinan pusat PNA menyatakan menolak hasil pemilu pada sejumlah tempat pemungutan suara (TPS).

Ketua Umum DPP PNA, Irwansyah (Muksalmina) dalam siaran pers-nya kepada Serambi Jumat (11/4) malam mengatakan, kecurangan dan pelanggaran Pemilu 2014 terjadi di hampir seluruh kabupaten/kota. “Namun yang paling banyak adalah di Aceh Utara, Pidie, Aceh Timur, dan beberapa kecamatan di Aceh Besar,” kata Irwansyah.

Menurutnya, saat ini para kader PNA di keempat kabupaten itu, serta daerah lainnya, sedang mengindentifikasi dan mengumpulkan bukti-bukti pelanggaran dan kecurangan di sejumlah TPS. Sebagian besar pelanggaran yang sudah terdata, sebut Irwansyah, telah dilaporkan langsung oleh pengurus wilayah ke panwaslu kabupaten/kota.

“Saat ini, Data Center PNA terus menerima laporan dan mencocokkan suara-suara di basis-basis PNA dengan suara yang diperoleh dari hasil Pemilu 2014. Dengan berbagai kecurangan dan kekerasan yang menimpa kami, pimpinan PNA menolak hasil Pemilu 2014 di beberapa kabupaten dan TPS yang terjadi pelanggaran,” kata dia.

Ia menyebutkan, aksi intimidasi, kekerasan, dan kecurangan yang terjadi sebelum maupun di hari pemilihan, dilakukan oleh partai penguasa maupun pelaksana pemilu, dan aparatur pemerintah di setiap tingkatan. “Korban utama dari kekerasan, pelanggaran dan kecurangan ini adalah Partai Nasional Aceh. Data Center PNA mencatat lebih 40% suara PNA hilang diakibatkan pelanggaran dikarenakan intimidasi dan manipulasi suara,” ujarnya.

Irwansyah mengatakan, laporan kecurangan yang sudah masuk ke Data Center PNA adalah dari Sabang, Aceh Besar, Pidie, Aceh Utara, Bireuen, Aceh Timur, dan Kota  Langsa. Serta dari kawasan pantai barat selatan, seperti Aceh Jaya, Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Nagan Raya.

Dalam siaran pers itu, Irwansyah juga memaparkan bentuk pelanggaran dan kecurangan yang menyebabkan hilangnya suara PNA pada Pemilu 2014. Di antaranya adalah intimidasi dan teror oleh partai penguasa yang terjadi sejak proses pembentukan partai hingga menjelang hari pemilihan.

Halaman123
Editor: hasyim
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas