Siang Ini dan Besok Bulan Berwarna Merah
Lembaga Kajian Ilmu Falak (LKIF) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Malikussaleh Lhokseumawe memprediksi dalam
LHOKSEUMAWE - Lembaga Kajian Ilmu Falak (LKIF) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Malikussaleh Lhokseumawe memprediksi dalam dua hari ini (14 dan 15 April 2014), bulan bukan saja akan terlihat pada siang hari, tapi bahkan dalam wujud yang aneh, yakni berwarna merah darah. Fenomena yang langka ini dimungkinkan terlihat karena ada dua peristiwa langit yang terjadi secara bersamaan, yakni gerhana bulan dan bulan purnama.
“Beberapa hari terakhir ini banyak beredar informasi, terutama melalui jejaring sosial bahwa pada 14 dan 15 April ini bulan akan berwarna merah, pertanda akan terjadi bencana besar. Untuk merespons hal ini perlu adanya penjelasan dari sisi ilmu falak,” kata Pembina LKIF STAIN Malikussaleh Lhokseumawe, Tgk Ismail Sy, kepada Serambi, Minggu (13/4).
Menurutnya, berdasarkan perhitungan masa peredaran bulan dan bumi, ternyata tanggal 15 April 2014 terjadi bulan purnama. Puncak purnama itu terjadi justru bukan malam, melainkan pada pukul 14.42.22 WIB. Hal ini bersamaan dengan terjadinya gerhana bulan total. Gerhana bulan ini terjadi di perairan Samudera Pasifik dan Atlantik. Gerhana tersebut juga bisa disaksikan di daratan Benua Amerika dan Australia, serta sebagian Afrika, Asia, dan Eropa.
“Sebagian besar wilayah Indonesia juga bisa melihat gerhana ini, kecuali Jawa Barat dan seluruh Sumatera, termasuk Aceh yang tidak bisa menyaksikannya. Hal ini dikarenakan gerhana berakhir pada pukul 17.38 WIB. Artinya, saat bulan terbit di daerah Sumatera, peristiwa gerhana justru sudah selesai,” urai Tgk Ismail.
Jadi, menurutnya, dari dua peristiwa alam ini, bila dikaitkan dengan warna bulan, fenomena bulan merah justru mulai terlihat pada 14 April, sedangkan puncak merahnya pada 15 April 2014. “Secara ilmu falak, ini adalah hal yang wajar,” ujarnya.
Alasan Tgk Ismail mengatakan fenomena itu wajar, karena pada saat purnama terjadi permukaan bulan akan terlihat sangat terang sehingga warna yang dipantulkannya akan terlihat jelas. Ditambah lagi dengan fenomena gerhana bulan, maka permukaan bulan akan terlihat merah campur hitam yang sekilas mirip warna darah.
“Atas dasar itu, apabila bulan terlihat berwarna merah dalam dua hari ini, maka tidak ada kaitannya dengan bencana besar,” demikian Tgk Ismail. (bah)