SerambiIndonesia/

Aceh Cloud and Mobile Gaming Bootcamp 2014 di Gelar di Banda Aceh

Aceh Cloud and Mobil Gaming Bootcamp 2014 di gelar di Banda Aceh, acara yang di motori oleh Komunitas Masyarakat Informasi dan Teknologi (MIT) ...

Laporan : Jalimin | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Aceh Cloud and Mobile Gaming Bootcamp 2014 di gelar di Banda Aceh, acara yang di motori oleh Komunitas Masyarakat Informasi dan Teknologi (MIT) Indonesia ini bekerja sama dengan Lembaga ICAIOS, Binus Internasional, Pemerintahan Kota Banda Aceh dan Internet Society yaitu Lembaga non profit berbasis di Switzerland yang mendanai kegiatan ini. Even itu digelar selama empat hari sejak tanggal 17 hingga 20 April 2014 dan ini mendapat sambutan antusias yang tinggi dari masyarakat.

Direktur Masyarakat Informasi Teknologi (MIT) Indonesia, Teuku Farhan, Jumat (18/4)  mengatakan, jumlah peserta yang mendaftar pelatihan  sebanyak 27 tim yang melebihi quota pelatihan  yang disediakan pihak panitia.  Saat Pembukaan acara yang bertempat di Aula Gedung Balai Kota Banda Aceh, Perwakilan dari Universitas Binus Internasional, T Aulia Gempana ikut hadir memberikan kejutan tentang pentingnay kreativitas para pelaku teknologi dan informasi di Aceh.

Teuku Farhan menyebutkan, ekonomi kreatif saja tidak cukup, melainkan ekonomi halal dan kreatif yang perlu dikembangkan di masa depan, sehingga peran alim ulama diperlukan untuk menjaga nilai-nilai Syariat Islam di Aceh. “Ada satu poin lagi yang perlu ditambahkan, yaitu ekonomi halal dan kreatif, sebagai pedoman ekonomi Aceh di masa depan,” ujar Teuku Farhan.

Menurut Farhan, pemusatan pelatihan yang dilaksanakan ini sejalan dengan visi kota Banda Aceh untuk menjadi Digital Madani City. Harapannya ke depan adalah masyarakat Banda Aceh tidak hanya bisa bermain game, melainkan dapat menciptakan game-game sendiri. MIT juga melakukan kontrak sosial dengan para peserta yang melakukan pelahitan tersebut agar ke depannya mau berbagi ilmu dengan peserta yang tidak lolos seleksi untuk mengikuti pelatihan, hal ini dimaksudkan agar ilmu-ilmu yang di dapatkan bisa disebarluaskan dan melahirkan technopreneur-technopreneur baru yang handal dan berbudaya.

Mewakili Pelaksana Harian Walikota M Nurdin mengatakan,  Pemko Banda Aceh sangat mendukung  pelatihan teknologi informasi tersebut. “Ketimbang mencoba membendung era digital, Pemko Banda Aceh memutuskan untuk menyambut era digital dengan penuh percaya diri,” ujar M Nurdin. Pada hari pertama, para peserta diajarkan mengenai berbagai macam jenis game, dan bagaimana tahapan-tahapan untuk membuat sebuah game. Peserta juga di bimbing untuk membuat game flappy bird berdasarkan platform construct2. Sedangkan di hari ke dua sampai hari ke empat peserta di harapkan sudah mampu membuat ide dan mendevelope game sendiri yang memasukan nilai-nilai lokal yang ada di Aceh. (*)
 

Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help