SerambiIndonesia/

Tafakur

Berbagi Rezeki

Bukanlah orang yang beriman yang ia sendiri kenyang, sedangkan tetangga di sebelahnya kelaparan

Oleh Jarjani Usman

“Bukanlah orang yang beriman yang ia sendiri kenyang, sedangkan tetangga di sebelahnya kelaparan” (HR. Baihaqi).

Menjelang puasa Ramadhan termasuk saat yang penting bagi setiap hamba untuk mempertanyakan (kembali) keadaan diri sendiri.  Yaitu, apakah termasuk dalam golongan orang-orang yang dipanggil untuk berpuasa.  Dalam Alquran disebutkan, panggilan untuk berpuasa ditujukan kepada orang-orang beriman, sedangkan iman seseorang hamba bisa naik turun.  

Di antara tanda untuk mengetahui diri (masih) beriman bisa dirasakan dari kepekaan dan kepedulian sosial. Terutama peduli dalam bentuk kemauan untuk berbagi rezeki kepada orang lain dengan hati yang ikhlas karena Allah.  Termasuk di antaranya kepada orang-orang miskin, anak yatim, dan lain-lain.

Berbagi itu memang sangat berat bagi sebahagian orang.  Terbukti tak semua orang mampu melakukannya, meskipun memiliki harta yang lebih dari cukup.  Juga tak sanggup melakukannya, walaupun mengetahui banyak orang sedangkan membutuhkan pertolongan.

Di sinilah setiap hamba diuji.  Yaitu, diuji sejauhmana keimanan yang dimiliki mampu menggerakkan seluruh anggota tubuh untuk membantu saudara-saudara yang lain.  Lebih-lebih dalam suatu hadits disebutkan, antara satu muslim dengan muslim lainnya bagaikan tubuh yang satu.  Kalau suatu bagian merasakan sakit, akan terasa sakit di bagian lainnya.   Demikian juga terhadap orang-orang yang sedang berkekurangan, akan muncul rasa empati untuk menyisihkan sebahagian rezeki.  

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help