Advertorial

Jalan Simpang KKA-Bener Meriah Dilanjutkan

KETUA DPRA, Drs Hasbi Abdullah MS bersama Wakil Ketua II DPRA, Drs Sulaiman Abda MSi, dan Kadis Bina Marga Aceh, Ir Anwar Ishak

Jalan Simpang KKA-Bener Meriah Dilanjutkan
WAKIL Ketua DPRA, Drs Sulaiman Abda MSi dan Ketua DPRA, Drs Hasbi Abdullah didampingi Kadis Bina Marga Aceh, Ir Anwar Ishak saat meninjau ruas jalan Bener Meriah-Simpang KKA, Kamis (3/7).

KETUA DPRA, Drs Hasbi Abdullah MS bersama Wakil Ketua II DPRA, Drs Sulaiman Abda MSi, dan Kadis Bina Marga Aceh, Ir Anwar Ishak beserta sejumlah kepala bidangnya, Kamis (3/7) mengunjungi lokasi proyek jalan Simpang KKA (Aceh Utara) sampai ke batas wilayah Kabupaten Bener Meriah.

Tujuan kunjungan kerja pimpinan DPRA  ke lokasi proyek jalan lintas tengah itu untuk melihat kondisi badan jalan yang akan  dikerjakan tahun ini. Menurut laporan Kadis Bina Marga Aceh, Ir Anwar Ishak kepada pimpinan DPRA di lokasi proyek, jalan Simpang KKA-batas Bener Meriah yang panjangnya sekitar 55 kilomter (Km) sekarang sudah tembus. Dari batas Aceh Utara ke Bener Meriah sekitar 45 Km, jalannya juga sudah tembus. Sehingga total panjang jalan Simpang KKA-Bener Meriah sekitar 100 Km.

Ruas jalan itu, kata Anwar, belum digunakan secara maksimal oleh masyarakat Bener Meriah dan Aceh Utara. Alasannya, dari panjang jalan yang ada sekitar 100 Km, baru teraspal sekitar 38 Km dan selebihnya belum. Pada tahun 2014, kata Anwar, pengaspalan jalan Simpang KAA sampai ke Bener Meriah dilakukan melalui dua arah, yaitu dari bawah dan atas.

Dari arah bawah ke atas, akan dilakukan pengaspalan sekitar 8,9 Km dengan pagu anggaran Rp 28 miliar yang dikerjakan oleh PT Krueng Meuh. Sedangkan dari atas ke bawah akan dikerjakan PT Abad Jaya sepanjang 13 Km dengan pagu anggaran Rp 33 miliar. Jika jalan itu selesai diaspal, sebut Anwar, ada penambahan jalan yang diaspal sekitar 22 Km. Sehingga, total badan jalan yang sudah teraspal menjadi 60 Km. Sedangkan sisanya 40 Km akan dilanjutkan pada tahun 2015 mendatang.

Tujuan pengaspalan jalan Simpang KKA-Bener Meriah, menurut Anwar, untuk mengefektifkan lintas itu sebagai jalur transportasi yang efisien dan ekonomis bagi petani sayur dan kopi di Bener Meriah  untuk memasarkan hasil perkebunannya ke Medan atau Malaysia melalui Pelabuhan Krueng Geukueh, Aceh Utara.

Setelah sepanjang jalan Simpang KKA-Bener Meriah itu diaspal, lanjutnya, petani yang mau memasarkan hasil produksinya tak lagi harus menggunakan jalur Bieruen-Takengon, tapi sudah bisa menggunakan jalur tersebut, sehinggajarak tempuhnya menjadi lebih pendek. “Kalau selama ini, untuk membawa sayur dan kopi ke pelabuhan Krueng Geukuh mekalui jalan Bireuen-Takengon butuh waktu tiga jam, tapi melalui jalan Simpang KKA-Bener Meriah, waktunya hanya dua jam,” ungkapnya.

Pengaspalan jalan Simpang KKA-Bener Meriah, Menurut Anwar Ishak, akan memberi banyak keuntungan. Seperti, jarak tempuh ke Pelabuhan Krueng Geukueh maupun Belawan menjadi lebih singkat, sejumlah hasil perkebunan dan pertanian tanaman pangan lainnya di lintasan itu jadi laku dan mudah dipasarkan, dan lintasan itu akan menjadi daerah pertumbuhan baru.

Pengaspalan jalan Simpang KKA-Bener Meriah, kata Anwar Ishak, merupakan harapan baru bagi Pelabuhan Krueng Geukueh. Aktivitas ekspor sayur dari dataran Tinggi Gayo ke Malaysia melalui Pelabuhan Krueng Geukueh bisa meningkat, karena jarak tempuhnya menjadi lebih efisien dan ekonomis. Selain itu, volume dan kesegaran sayur saat tiba di tempat tujuannya akan menjadi lebih pasti.

“Program pembangunan jalan lintas tengah ini merupakan komitmen dari pemerintah Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf (Zikir) untuk membebaskan wilayah tengah Aceh dari keterisoliran arus transportasi dari daerah pesisir pantai timur dan utara,” demikian Kadis Bina Marga Aceh, Ir Anwar Ishak.(*) 

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved