Tips jamaah haji tidak kesasar di Makkah

banyak jamaah Indonesia yang kesasar saat melakukan ibadah di Masjid Nabawi karena banyaknya pintu masuk.

Tips jamaah haji tidak kesasar di Makkah
(Unggul Tri Ratomo)
Masjidil Haram, Makkah, mulai dipadati oleh jamaah dari berbagai dunia pada Kamis subuh (4/9). Jumlah kuota jamaah haji Indonesia tahun 2014 sebanyak sekitar 168.800 jamaah haji yang terdiri dari 155.200 jamaah haji reguler dan 13.600 jamaah haji khusus.

SERAMBINEWS.COM, MEKKAH - Jamaah haji yang akan melaksanakan rukum Islam kelima di Tanah Suci, Makkah, Arab Saudi, pada 2014 diperkirakan akan lebih besar dibanding sebelumnya karena akan bertepatan dengan peristiwa haji akbar.

Banyak penduduk Arab Saudi yang biasa tidak berhaji pada haji biasa akan melaksanakan ibadah tersebut sehingga diperkirakan tingkat kepadatan jamaah akan bertambah.

Bagi jamaah Indonesia tentu hal ini perlu diperhatikan, terutama agar tidak kesasar saat berada di Masjidil Haram dan juga saat kembali ke penginapan.

Apalagi banyak jamaah Indonesia berusia tua, berpendidikan rendah dan belum pernah melakukan perjalanan jauh. Saat ini pun, di Madinah, dilaporkan banyak jamaah Indonesia yang kesasar saat melakukan ibadah di Masjid Nabawi karena banyaknya pintu masuk.

Saat ini gelombang pertama jamaah haji Indonesia masih berada di Madinah dan baru akan masuk ke Makkah pada 9 September. Sementara itu gelombang kedua akan langsung masuk ke Makkah mulai tanggal 15 September.

Kepada Kantor Urusan Haji Daerah Kerja Makkah, Endang Jumala, di Makkah, Kamis, memberikan beberapa tips kepada jamaah haji Indonesia agar tidak kesasar saat berada di Makkah.

Pertama, bawalah selalu identitas hotel. Endang mengatakan, pihaknya telah meminta hotel membuat kartu yang memuat nama hotel, alamat, dan kontak person. Kartu ini bisa digunakan jika jamaah ingin menggunakan taksi saat ingin pulang ke penginapan.

Kedua, perhatikan stiker bus yang membawa jamaah dari penginapan ke Masjidil Haram. Pemerintah menyediakan bus yang beroperasi selama 24 jam untuk mengantarkan jamaah yang diberi nama Bus Sholawat. Ada 12 rute bus yang dilalui dan bus di setiap rute mempunyai stiker dengan warna dan nomor tertentu.

Ketiga, saat akan memasuki Masjidil Haram maka perhatikan nomor pintu masuk, sehingga nantinya jika pulang melalui pintu masuk yang sama.

Salah satu tips yang juga bisa digunakan adalah dengan memfoto lokasi mulai tempat jamaah diturunkan sampai dengan pintu masuk di Masjidil Haram. Foto tersebut bisa mengingatkan jamaah jika kesasar atau ditunjukan kepada petugas baik Indonesia ataupun Arab Saudi.

Halaman
12
Editor: RezaMunawir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved