Citizen Reporter

Petugas Informasi pun Patroli di Korsel

DI Korea Selatan (Korsel) tidak banyak warganya yang mengerti dan berkomunikasi dalam bahasa Inggris

Petugas Informasi pun Patroli di Korsel
ZAMZAMI ZAINUDDIN 

OLEH ZAMZAMI ZAINUDDIN, Visiting Researcher di Chonbuk National University, Jeonju, melaporkan dari Seoul, Korea Selatan

DI Korea Selatan (Korsel) tidak banyak warganya yang mengerti dan berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Ini sama halnya seperti di negara-negara Asia Timur, China, dan Jepang. Di Korsel mereka lebih mengutamakan dan membudayakan bahasa sendiri ketimbang bahasa Inggris.

Tentu ini akan menjadi salah satu kendala saat kita berkunjung ke “Negeri Ginseng” ini jika tidak mengerti bahasa Korea, apalagi membaca tulisan yang sangat beda bentuknya.

Pengalaman saya saat berbelanja di pasar-pasar Korsel, penjual selalu memegang kalkulator ketika ada orang asing yang berbelanja dan setiap barang yang dipegang oleh pengunjung, si penjual akan menekan kalkulator sesuai dengan harganya. Saat saya menawar barang di sebuah pusat perbelanjaan di Seoul, si penjual kembali menekan tuts kalkulatornya dan menunjukkan harga “negosiasi” yang bisa ia berikan.

Begitu pula halnya saat ingin mencari tempat-tempat yang ingin kita tuju, sebagian besar petunjuk arah menggunakan bahasa Korea, tanpa terjemahan sedikit pun dalam bahasa Inggris. Namun, tak perlu khawatir, dengan bertebarnya fasilitas internet (wifi) gratis berkecepatan tinggi di seluruh area publik di Korsel, berbagai informasi bisa didapat dengan mudah. Tinggal klik tempat yang ingin kita tuju atau menggunakan fasilitas GPS.

Meskipun memiliki akses internet gratis di mana-mana dengan kecepatan tinggi, para turis juga dibuat nyaman dengan adanya patroli petugas informasi untuk turis (patrolling tourist information).  Biasanya di pusat-pusat perbelanjaan atau tempat-tempat wisata di Korsel, kita dengan mudah menemukan petugas informasi turis yang berjalan kaki melakukan patroli di berbagai lokasi atau berdiri di berbagai simpang jalan. 

Petugas informasi ini biasanya dua orang anak muda mengenakan kartu identitas, tas kecil berisi peta, dan topi koboi berlogo huruf “i” bermakna “information”. Mereka fasih berbahasa Inggris, bahkan bahasa Cina dan Jepang karena memang mayoritas turis berasal dari dua negara ini. Petugas informasi turis ini adalah konsep baru untuk membuat setiap turis lebih nyaman saat berkunjung ke Korsel. Menariknya lagi, jasa petugas informasi untuk turis itu, gratis.

Jika biasanya di negara lain petugas informasi hanya duduk di pusat informasi saja (information center), di Korsel justru petugas informasinya berjalan berkeliling ke setiap tempat dan berdiri di berbagai persimpangan jalan kota untuk membantu turis.

Setiap turis boleh menanyakan segala informasi yang dibutuhkan. Mereka akan membagikan peta dan membantu turis menunjukkan setiap tempat yang ingin dituju. Karena keunikannya, banyak turis menghampiri mereka bukan hanya untuk bertanya informasi saja, tetapi juga untuk foto bersama, sebagai bukti bahwa sang turis sudah menjejakkan kakinya di Korsel.

Saya rasa petugas informasi turis seperti ini sangatlah dibutuhkan oleh Aceh, khususnya untuk memberikan rasa nyaman pada setiap turis yang datang. Dengan merekrut sukarelawan anak-anak muda atau mahasiswa yang mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris untuk menjadi patrolling tourist information, tentu ini akan sangat membantu kenyamanan turis di Aceh dan tentu saja akan memberikan kesan positif bagi wisata islami yang kita kembangkan di Aceh.

Hal ini pada gilirannya akan memberikan kesan bahwa berkunjung ke Aceh sangatlah nyaman karena ada orang-orang yang sangat ramah dan mau membantu mereka memberikan segala informasi tentang Aceh secara gratis. Kita tunggu saja.
[email penulis: zami.aceh.pase@gmail.com]

* Jika Anda punya informasi menarik, kirimkan naskah dan fotonya serta identitas bersama foto Anda ke redaksi@serambinews.com

Kunjungi juga :
www.serambinewstv.com | www.menatapaceh.com |
www.serambifm.com | www.prohaba.co |

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved