SerambiIndonesia/

Menunggu Qanun dengan Dangdut dan Padang Pasir

SIDANG paripurna yang digelar DPRA periode 2009-2014 untuk mengesahkan tujuh rancangan qanun (qanun) menjadi qanun berlangsung

SIDANG paripurna yang digelar DPRA periode 2009-2014 untuk mengesahkan tujuh rancangan qanun (qanun) menjadi qanun berlangsung alot yang berdampak pada molornya waktu. Persidangan yang dimulai pukul 21.00 WIB, Jumat (26/9) berakhir keesokan harinya, menjelang subuh, Sabtu (27/9).

Proses persidangan menyedot perhatian tamu undangan termasuk wartawan dari media lokal, nasional, bahkan internasional. Ini bisa dimaklumi karena salah satu yang akan disahkan adalah Raqan Hukum Jinayat menjadi Qanun Hukum Jinayat.

Qanun Hukum Jinayat mengatur tentang sejumlah hukuman bagi kasus-kasus kejahatan kriminal, seperti pemerkosaan, perzinahan, pelecehan seksual, pemerkosaan anak, mesum, judi, mabuk-mabukan, dan hubungan sejenis (gay dan lesbian). Qanun ini mendapat perhatian dari banyak pihak.

Karena persidangan berlangsung malam hari, bahkan melampaui tengah malam, wajar saja banyak tamu undangan termasuk wartawan, anggota DPRA dan pihak eksekutif terlihat didera bosan dan jenuh. Itu terjadi ketika menunggu selesainya rapat Badan Musyawarah (Bamus) DPRA dengan tim eksekutif pada ruangan khusus yang dimulai pada pukul 00.30 WIB.

Sejumlah anggota DPRA dan eksekutif serta tamu undangan, wartawan lokal dan asing yang berada di ruang sidang terlihat banyak keluar ruang sidang untuk menghilangkan jenuh dan bosan. Sebagian anggota DPRA dan eksekutif tetap bertahan di ruangan sambil berbincang-bincang dengan bumbu guyonan segar sehingga tak jarang terdengar tertawa lepas.

Di keheningan dini hari itu, banyak juga yang terlihat tertidur sambil duduk di kursi sidang dan kursi tamu undangan. Ada juga yang mengusir jenuh dan rasa kantuk dengan menghidupkan lagu dangdut dan padang pasir dari perangkat HP masing-masing.

Memang cukup jitu untuk pengusir kantuk, namun tak sedikit pula--bisa jadi akibat belaian dangdut dan padang pasir--semakin pulas tertidur. Meski pada akhirnya, sekitar pukul 03.00 WIB, Sabtu (27/9), rasa bosan, jenuh, letih, dan kantuk mendadak berubah lega bersamaan dengan diketuknya palu pimpinan sidang menandai pengesahan tujuh raqan menjadi qanun, termasuk Qanun Hukum Jinayat yang paling ditunggu-tunggu itu.(her/nasir nurdin)

Kunjungi juga :
www.serambinewstv.com | www.menatapaceh.com |
www.serambifm.com | www.prohaba.co |

Tags
Jinayat
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help