50 Persen Jamaah Haji Meninggal karena Penyakit Kardiovaskular

Angka kematian jemaah haji tahun ini pun meningkat seiring banyaknya jemaah yang menderita penyakit kro

50 Persen Jamaah Haji Meninggal karena Penyakit Kardiovaskular
Tribunnews.com/Hendra Gunawan
Calon jemaah haji yang sakit saat akan berangkat haji kloter 1. 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Penyakit kardiovaskular seperti jantung dan stroke paling banyak menyebabkan para jemaah haji Indonesia meninggal dunia di tanah suci. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan RI, sebanyak 54 jemaah haji tahun ini atau 50 persen meninggal di Arab Saudi dan 4 orang meninggal saat masih di Embarkasi karena penyakit kardiovaskular.

"Penyebab kematian, 50 persen karena penyakit kardiovaskular. Lainnya, penyakit terkait pernafasan ada 20 orang," ujar Wakil Menteri Kesehatan Ali Ghufron Mukti di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, Senin (6/10/2014).

Angka kematian jemaah haji tahun ini pun meningkat seiring banyaknya jemaah yang menderita penyakit kronik. Data terbaru, sebanyak 109 orang meninggal di Arab Saudi dan 8 orang saat masih di embarkasi maupun pesawat.

Tahun 2013 lalu, jumlah jemaah haji yang meninggal dunia yaitu 86 orang. Ghufron mengatakan, seperti disampaikan Wakil Menteri Kesehatan Arab Saudi Abdullah Al Asiri, salah satu faktor meningkatnya jumlah jemaah sakit yang pergi haji karena sudah berniat meninggal dunia di tanah suci. Sejumlah jemaah berkeyakinan bisa masuk surga jika meninggal di tanah suci.

Pihak Kementerian Kesehatan Arab Saudi menegaskan, kemampuan fisik harus menjadi syarat utama pergi haji untuk menekan angka kematian di tanah suci. Menurut Ghufron, Kementerian Kesehatan tidak bisa melarang para jemaah tetap pergi ibadah haji meski kurang sehat.

Kemenkes hanya menyiapkan tenaga kesehatan untuk mendampingi para jemaah haji yang sakit khususnya bagi orang berusia lanjut (lansia). Sejauh ini rekomendasi tidak boleh berangkat yaitu kepada ibu pada usia kehamilan tertentu. Mereka yang belum suntik meningitis juga tidak diperbolehkan berangkat.

Kendala lain yaitu, kebanyakan para jemaah tidak mau keberangkatannya ditunda hanya karena kurang sehat. "Antiriannya kan panjang, bisa nabung lama untuk naik haji. Pas dapat giliran sudah lansia," kata Ghufron.

Menurutnya, Kementerian Kesehatan dan kementerian terkait harus kembali duduk bersama mencari solusi menekan angka kematian di tanah suci. Mereka akan kembali merumuskan, jenis-jenis penyakit atau kemampuan fisik seperti apa yang tidak memenuhi syarat pergi haji.

Tags
Haji
Editor: Jalimin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved