Pembunuh Anak Kandung di Tiro Gangguan Jiwa

Hasil pemeriksaan dokter Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Banda Aceh terhadap tersangka pembunuh aka kandung, Jamaluddin Umar

SIGLI - Hasil pemeriksaan dokter Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Banda Aceh terhadap tersangka pembunuh aka kandung, Jamaluddin Umar (55) warga Gampong Panah, Kecamatan Tiro, Pidie, positif mengalami gangguan jiwa. Jamaluddin ditetap jadi tersangka karena membunuh anak kandungnya Wajnah Jamaluddin (20) menggunakan parang di rumahnya, Jumat (9/6) sekitar pukul 12.40 WIB. Gadis lugu itu tewas di lokasi bersimbah darah.

“Pemeriksaan dokter ahli di RSJ Banda Aceh, bahwa Jamaluddin Umar mengalami gangguan jiwa jenis psikotik. Artinya perubahan akal, di mana tersangka sering kumat dengan penyakit kejiwaan yang dialaminya,” kata Kapolres Pidie, AKBP Sunarya SIK, melalui Kasat Reskrim AKP Ibrahim SH, kepada Serambi Selasa (21/10) di sela-sela kegiatan pengobatan massal di Gampong Blang Leun Tungoe, Kecamatan Simpang Tiga.

Ia menjelaskan, hingga kini Jamaluddin masih dirawat secara intensif di RSJ Banda Aceh. Tersangka sudah lebih 14 hari dirawat di rumah sakit tersebut. Sesuai aturan tersangka dirawat di RSJ Banda Aceh selama 14 hari untuk melakukan pengecekan kejiwaannya. “Jadi sekarang kita telah ketahui, bahwa Jamaluddin mengalami gangguan jiwa. Sehingga tersangka terus diobati dulu dengan tidak ada batas waktu di RSJ Banda Aceh,” kata Ibrahim.

Ditanya apakah proses hukum terhadap Jamaluddin akan gugur, setelah diketahui tersangka mengalami gangguan jiwa. Kata Kasat Ibrahim, kasus pembunuhan yang dilakukan Jamaluddin tetap diproses sampai ke Pengadilan Negeri (PN) Sigli. Bahkan, saat ini berkasnya telah lengkap yang dibuat penyidik Reskrim Polres Pidie. BAP tersebut berisi pemeriksaan tersangka Jamaluddin dan keterangan empat saksi. Saksi terdiri dari anak kandung dan tetangga tersangka.

“Jadi kasus tersebut tetap sampai ke pengadilan dengan alasan tersangka telah menghilangkan nyawa orang lain. Juga saat dimintai keterangan tersangka tidak mengamuk. Biar saja nanti majelis hakim yang memutuskan apakah tersangka akan dihukum atau tidak,” katanya.

Ditanya kapan berkas Jamaluddin diserahkan kepada Jaksa, kata AKP Ibrahim, saat ini berkas berkasnya telah lengkap hanya menunggu tersangkan selesai berobat.

Dokter jiwa di Rumah Sakit Umum (RSU) Tgk Chiek Di Tiro Sigli, dr Khairiadi, kepada Serambi kemarin menjelaskan, penyakit jiwa jenis psikotik pada dasarnya karena seseorang mengalami gangguan berat yang ditandai tidak mampu mengenal realitas. Jenis penyakit sikotik dibagi keada dua. Yakni psikotik organik dan fungsional.

Untuk kesembuhan penyakit jiwa psikotik, katanya, dilakukan terapi secara bertahap. Pase pertama dua minggu, empat minggu, delapan minggu, enam bulan dan satu tahun. “Khusus untuk Jamaluddin kita harus melihat penyakit psikotik jenis apa. Karena untuk sembuh total penyakit itu sulit. Apalagi jika yang bersangkutan terjadi gangguan jiwa berat yang tidak mengenal realitas,” katanya.(naz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help