SerambiIndonesia/

Layanan Air Bersih Terganggu

BANJIR yang melanda Aceh sejak beberapa hari terakhir telah memunculkan berbagai persoalan di masyarakat

BANJIR yang melanda Aceh sejak beberapa hari terakhir telah memunculkan berbagai persoalan di masyarakat. Di Aceh Utara, misalnya, banjir bukan saja merendam permukiman tetapi juga merusak sistem pelayanan air bersih yang dikelola PDAM Tirta Mon Pase.

Menurut informasi yang diterima Serambi, manajemen PDAM Tirta Mon Pase harus menghentikan operasianal pompa di tiga Water Treatment Plant (WTP), sejak Selasa (23/12) subuh karena terendam banjir. Dampaknya, suplai air untuk 15.000 pelanggan di sebagian Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe terhenti total.

Ketiga WTP tersebut berlokasi masing-masing di Krueng Pase, Kecamatan Samudera Geudong, serta di Desa Reudep dan Desa Meunasah Asan, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara.

Dampak penghentian WTP Krueng Pase, suplai air untuk 6.000 pelanggan di sebagian kecil Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe terhenti. Sedangkan penghentian dua WTP di Kecamatan Lhoksukon menyebabkan macetnya suplai untuk 9.000 pelanggan di Lhoksukon hingga Panton Labu.

Direktur PDAM Tirta Mon Pase, Zainuddin M Rasyid menjelaskan, banjir mulai menggenangi kawasan WTP pada Senin (22/12) malam. Karenanya menjelang subuh diputuskan untuk mematikan mesin pompa. Ketinggian air hingga Selasa sore kemarin mencapai 50 cm atau sudah menenggelamkan pompa. “Kita belum bisa pastikan kapan bisa dioperasikan lagi,” kata Zainuddin.(jf)

Kunjungi juga :
www.serambinewstv.com | www.menatapaceh.com |
www.serambifm.com | www.prohaba.co |

Tags
banjir
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help