SerambiIndonesia/

Ribuan Hektare Padi Terendam

Banjir yang melanda berbagai wilayah Aceh sejak beberapa hari terakhir telah merusak ribuan hektare tanaman padi

Ribuan Hektare Padi Terendam
WARGA menyelamatkan sepeda motor yang terjebak banjir di kawasan pusat kota Lhoksukon, Aceh Utara, Selasa (23/12). Sejak hujan terus mengguyur wilayah itu mengakibatkan delapan kecamatan di Aceh Utara mengalami banjir. SERAMBI/ZAKI MUBARAK 

* Aktivitas Pendidikan Lumpuh

KUALASIMPANG – Banjir yang melanda berbagai wilayah Aceh sejak beberapa hari terakhir telah merusak ribuan hektare tanaman padi dan palawija milik masyarakat. Selain menghancurkan sumber-sumber ekonomi, bencana kali ini juga melumpuhkan aktivitas pendidikan.

Di Aceh Tamiang, berdasarkan data yang dihimpun hingga Selasa, 23 Desember 2014, seluas 1.340 hektare tanaman padi dan kedelai mengalami puso alias gagal panen karena sebagian besar lahan pertanian masih terendam. Jika banjir tidak surut dalam dua hari ini diperkirakan puso semakin bertambah.    

Kadis Pertanian dan Peternakan Aceh Tamiang, Ir Sabariah kepada Serambi, Selasa kemarin mengatakan, luas tanaman padi di Aceh Tamiang pada musim tanam kali mencapai 12.897 jektare. Sedangkan tanaman kedelai 40 hektare. Luas tanaman padi yang terendam mencapai 4.468 hektare sedangkan tanaman kedelai 40 hektare. “Untuk tanaman padi 30 persen atau setara 1.340 hektare dipastikan gagal panen. Sedangkan tanaman kedelai 40 hektare,” kata Sabariah. Tanaman padi yang terendam banjir tersebar di 11 kecamatan, kecuali Kecamatan Kualasimpang yang memang tidak memiliki sawah.

Yang sangat disayangkan, kata Sabariah, dari sembilan penangkar benih kedelai di Aceh Tamiang satu di antaranya dengan luas 40 hektare dipastikan gagal panen karena sudah terendam banjir berhari-hari, padahal pihaknya sudah mengikat kontrak dengan PT Sangyangseri yang merupakan pemasok benih nasional untuk membeli benih kedelai dari penangkar Aceh Tamiang.

Korban banjir di Aceh Tamiang dilaporkan mulai terserang berbagai penyakit, di antaranya infeksi saluran pernapasan atas (ispa), gatal-gatal, dan diare. Dinas Kesehatan Aceh Tamiang menurunkan tim kesehatan ke posko-posko pengungsi.

Kadis Kesehatan Aceh Tamiang, dr H Muhammad Nur Fajri didampingi Kasie Wabah Bencana, Zulsuhendri kepada Serambi, Selasa (23/12) mengatakan, saat ini pihaknya fokus melayani kesehatan di 11 posko pengungsian yang didirikan BPBD Aceh Tamiang.

Menurut dr Muhammad Nur, umumnya pengungsi terserang penyakit kulit, ispa, dan diarea. “Untuk kasus belum kita rekap karena kita masih fokus memberikan layanan kesehatan langsung kepada pengungsi,” katanya.

Banjir kali ini juga mengganggu bahkan melumpuhkan proses belajar mengajar, seperti yang terjadi di SMP 2 Delima, Kecamatan Grong-Grong, Pidie.

Menurut laporan, sejak Selasa dini hari sekitar pukul 05.00 WIB, banjir merendam sekolah itu hingga satu meter lebih. Penyebabnya karena luapan Krueng Paya Reubee menyusul curah hujan tinggi. Air menerobos ke kompleks sekolah disebabkan saluran di depan sekolah tidak berfungsi.

Halaman
12
Tags
banjir
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help