Irwandi, Cut Nurasyikin, dan Tragedi Tsunami

KISAH ini bermula ketika kami sama-sama berjuang di GAM sejak 1998

Irwandi, Cut Nurasyikin, dan Tragedi Tsunami

Kak Cut: Benar, Tgk Agam, benar omongan saya. Teungku lihat saja nanti tanggal 30 (Desember 2014 -red) (kapal perang) Abraham Lincoln beserta ribuan tentara Amerika akan mendarat di Aceh, lalu diikuti ribuan tentara dari banyak negara berduyun-duyun ke Aceh.

Saya: Nyan ka kon, nyan ka kon... (Ini sudah tidak logis). Dari mana sumber beritanya, dari mana sumber beritanya? Tolong Kak Cut sebutkan sumber beritanya. Tolong jangan Kak Cut propagandain ahli propaganda.

Kak Cut: Dari BBC.

Kak Cut terdesak dengan pertanyaan saya, maka dia jawab sekenanya saja, dari BBC.

Saya: Ho...ho... Kak Cut, saya dengar BBC 24 jam sehari, tujuh hari seminggu. Gak ada berita itu. Yang benar aja, dari mana sumbernya?

Tut tut tut... Telepon putus. Saya coba telepon lagi, tapi tidak tersambung. Saya perkirakan HP Kak Cut kehabisan baterai. Jam menunjukkan pukul 03.15 tanggal 26 Desember 2004. Saya pun tidur.

Epilog
Esoknya, sekitar pukul 07.20 WIB tanggal 26 Desember 2004 gempa 9,1 SR mengguncang Aceh. Saya yang lumayan banyak membaca, termasuk tentang mekanisme gempa dan dampaknya, berkeliling penjara mengabarkan bahwa gempa ini berpotensi tsunami. Tetapi saya tidak pernah berpikir tsunaminya begitu dahsyat. Palingan sepinggang, pikir saya. Namun, untuk mengantisipasi segala hal, saya ikat sepatu sport saya erat-erat dan saya masukkan HP dan rokok ke dalam kantong plastik lalu saya ikat dengan karet. Tak lama tsunami pun datang, bagaikan kiamat. Saya menyelamatkan diri ke atas atap mushalla di tingkat dua menunggu surutnya air.

Pada hari ketiga pascatsunami saya kabur ke Jakarta via Medan. HP mulai aktif lagi pada hari ketiga. Nur Djuli dan lain-lain saya sms untuk mengabarkan bahwa saya masih hidup. Bungkus rokok (yang berwarna merah putih) saya perlihatkan kepada aparat sweeping di jalan raya, seolah KTP Merah Putih, dan saya lolos.

Srikandi Aceh, Cut Nurasyikin telah syahid dalam tsunami. Tidak ada yang berhasil ke luar hidup dari Cabang Rutan Lhoknga.

Sore hari tanggal 30 Desember, saya tiba di Jakarta. Tak lama kemudian, muncul sms dari Nur Djuli: Abraham Lincoln landed. Saya balas sms: Apa itu Abraham Lincoln? Rasanya out of context. Lalu Nur Djuli menjelaskan bahwa Kapal Induk Amerika telah masuk Aceh membawa ribuan tentara.

Halaman
1234
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved