Puisi

Meramal Tubuh

Biar mataku meramal matamu mengeja satu persatu jumlah dusta

Karya Zuliana Ibrahim

Biar mataku meramal matamu
mengeja satu persatu jumlah dusta
pangkalnya di kerut dahi
kukupas selagi hangat kotoran ayam
lumuri pada bibir hitam

Wajahmu masih sekental murni santan
izinkan kucicipi sebelum basi
lalu kubaca jumlah sampat di dagumu
ada rahasia yang harus kusobek
lalu jangan halangi napasku di lehermu
ruhku dan ruhmu akan jadi satu nadi

Desember 2014

* Zuliana Ibrahim, tinggal di Takengon. bergiat di Komunitas Penulis Anak Kampus (KOMPAK). Beberapa karyanya pernah terbit di media cetak lokal dan nasional juga terangkum dalam beberapa antologi.

Kunjungi juga :
www.serambinewstv.com | www.menatapaceh.com |
www.serambifm.com | www.prohaba.co |

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved