Puisi

Pertemuan

semalam Tuhan membisikkan sebaris puisi pada seseorang yang tercampak di sudut peradaban

Karya din saja

semalam Tuhan membisikkan sebaris puisi
pada seseorang yang tercampak di sudut peradaban,
bangunlah insan yang sepi
sucikan diri, hadapkan hati, bercakaplah
sampaikan resah dengan kesabaran
meskai gemuruh menggelegar jiwa,
Dia menanti

malam yang berbisik
bergetar ketakberdayaan diri
mengalir berbaris-baris puisi, dari hati
membasahi sajadah selebar diri, tiada terperi
di langit embun menetes, subuh yang syahdu
di jiwa sejuk membekas
kebekuan yang mencair

semalam seseorang bercakap-cakap dengan Tuhan

Banda Aceh, April 1996

Kuda Bertekuk

setelah bersujud
mengembaralah
mencari Dia
dengan nama-Nya
bersama-Nya

dalam rinai matahari
harap mengombak rindu
duh, sembilu-Nya
menyayat luka
kuda yang tertatih

cinta kemarilah
agar irama kembali bernada
di ufuk sana
sepi menemani debu

dalam sujud
seekor kuda berpacu
meninggalkan waktu

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved