Memanjakan Lidah Bersama Durian Tangse

LANGIT Kota Banda Aceh bermandikan cahaya. Pendaran lampu yang berasal dari jejeran toko-toko dan kendaraan

Memanjakan Lidah Bersama Durian Tangse
Pedagang menjual durian Tangse, Pidie, Sabtu (11/1) di pinggir jalan nasional. Harga durian Tangse dijual Rp 5.000 hingga 20.000 per buah. SERAMBI/M NAZAR 

LANGIT Kota Banda Aceh bermandikan cahaya. Pendaran lampu yang berasal dari jejeran toko-toko dan kendaraan yang melintas menghidupkam malam di kota yang dulu bernama Kutaraja.

Jalan T Nyak Makam, Ulee Kareng, merupakan salah satu kawasan teramai. Selain dikenal sebagai kawasan bertabur gedung mewah, jalan ini juga populer dengan wisata kulinernya. Mulai dari tempat kongkow kawula muda yang hip hingga pedagang kakilima. Serba serbi jajanan yang dijajakan dijamin siap memanjakan lidah pengunjung.

Keberadaan pedagang musiman pun tumbuh menjamur. Durian yang menjadi salah satu penganan khas menjadi komoditas wajib yang meramaikan sisi jalan T Nyak Makam. Banyak yang menggilai, namun tak sedikit yang membenci. Itu tak lain karena aroma yang ditebarkan setajam kulit berduri yang membungkusnya.

Buah asli Indonesia itu kini hadir dalam aneka kudapan. Sebut saja es krim durian, martabak durian, hingga pancake durian. Di sisi Jalan T Nyak Makam, para pedagang durian musiman juga menggandeng pedagang pulut sebagai pelengkap acara menyantap durian.

“Ini durian dari Tangse (Pidie). Tak ada ciri khas khusus memang, tapi di sini cukup populer,” ujar Restu, salah seorang pedagang asal Banda Aceh.

Ia membuka lapak di pinggir jalan dengan bermodalkan mobil pick-up. Durian Tangse yang ditawarkannya dilepas dengan harga sekitar Rp 35.000-an, tergantung kecakapan pembeli dalam menawar. Buah yang dijajakannya berukuran relatif kecil dan siap disantap di tempat.

Cukup merogoh kocek Rp 1.000 untuk pelengkap pembeli sebungkus pulut, maka kudapan itupun siap menggoyang lidah pengunjung. Menimbulkan sensasi rasa panas usai menyantapnya.

Restu dan para pedagang lainnya tak lupa menyediakan jejeran set kursi plus meja plastik. Cocok bagi mereka yang datang membawa keluarga atau sekedar pilihan saat bercengkerama dengan para sahabat. Para pedagang itu menjajakan dagangannya mulai sore lepas asar hingga jelang tengah malam.

Kepada Serambi yang menjelajah wisata kuliner malam hari di seputaran Jalan T Nyak Makam Ulee Kareng, Selasa (11/2), pedagang durian lainnya yang asli dari tempat durian itu berasal, menuturkan sekarang ini musim durian sudah akan berakhir. Di lidah penikmat king of fruit (raja buah) ini, durian Tangse dikenal dengan citarasanya yang manis, tebal, dan legit.

Mencicipi sepotong dagingnya saja sudah membuat perut kenyang. Musim durian adalah musim yang dinanti-nanti oleh penikmatnya. Tak heran jika keberadaan para pedagang buah berkulit duri ini langsung tercium dan dikerubungi oleh penikmatnya.

Walaupun bagi sebagian orang, aroma yang ditebarkan mengundang hujatan dari mereka yang tak doyan durian. Bagaimana dengan Anda?(nurul hayati)

Kunjungi juga :
www.serambinewstv.com | www.menatapaceh.com |
www.serambifm.com | www.prohaba.co |

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved