Puisi

Malam Perayaan

Di malam kau sedang berpesta, Penanggalanmu dikoyak seseorang

Karya May Yoesra Soelaiman

Di malam kau sedang berpesta,
Penanggalanmu dikoyak seseorang
“Aku mendahului yang ada dan menjadikannya tiada”
Tergesa, kau lipat tahun dan menyembunyikannya di almari
Angka-angka dosa bertabur
Langit berwarna di malam itu
Oleh api.
Oleh luka dan kecewa yang merembes dari angka
Hujan tiba-tiba turun dari matamu
Mati api. Mati semua

Kau pulang dengan hati kuyup
“Dimanakah Tuhan yang sudah berjanji”
Aku dan segala yang ada pelan-pelan layu

Sendirian,
Kau menunggu jadi abu.

Kualirkan sepanjang sungai-sungai bercabang di kota kita
Biar di tiapnya, ada kau dengan rupa baru

Punteuet, 2015

Perjamuan

Di meja makan, aku tersedu sendirian
Betapa tahun-tahun telah memisahkan kita
dan jadi asing
Kau, aku. Tiba-tiba jadi kelu yang kekal.
Meja makan sepi
Tapi bukankah di sini kita menyimpan kenangan dengan rapi?
Pada meja kayu dan kursi.
Pada benda-benda bersamanya
Seperti ia yang merawat suaramu di serat-serat.

Malam ini,
Kau tiba-tiba di sini, menyimak hujan denganku di meja makan
Di antara doa dan rindu yang pelan-pelan kau lafal tanpa ku tahu
Di hujung meja jarak dua depa,
Kau menungguku di kursi beda

Maaf, aku jarang pulang
Padahal di sana, setiap kali kudatang.
Aku menemukanmu di meja makan.
Kau; diantar serat kayu yang menyimpan kenangan.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved