Puisi

Hujan Senja

Rinai hujan kala senja Peluh tanah menyengat udara

Karya Rizky Fonna Kipoen

Rinai hujan kala senja
Peluh tanah menyengat udara
Seribu tanya menyekap di jiwa

Peluh tanah hujan senja
Adakah yang lebih dekat dengan kematian
Selain di bulan yang kelam ini

Peluh tanah hujan senja
Aroma kematian semakin menyengat
Mendekat dari balik hujan nan lebat

Peluh tanah hujan senja
Satu persatu beranjak
Berangkat kembali, menghadap Illahi Rabbi

Banda Aceh, Februari 2015

* Rizky Fonna Kipoen, mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP, Unsyiah

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved