Sepmor Tabrakan, Dua Tewas
Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di wilayah hukum Polres Bireuen
BIREUEN - Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di wilayah hukum Polres Bireuen. Kali ini, dua sepeda motor (sepmor) bertabrakan di kawasan Desa Lapang Timu, Kecamatan Gandapura pada Senin (16/3) sekitar pukul 21.30 WIB yang menyebabkan dua orang tewas. Kejadian itu juga menyebabkan arus lalu lintas di kawasan tersebut macet 30 menit.
Informasi yang diperoleh Serambi, kejadian itu berawal saat sepeda motor Kawasaki Ninja BL 3433 VL yang dikendarai Zulfikar (23), warga Desa Cot Jabet, Gandapura melaju dari arah Medan ke Bireuen. Setiba di kawasan itu, Honda Revo BL 6762 DS yang datang dari arah berlawanan hendak berbelok ke kanan jalan untuk masuk ke salah satu lorong. Sehingga, tabrakan pun tak terhindarkan.
Akibatnya, pengendara Kawasaki Ninja, Zulfikar meninggal di lokasi kejadian. Sementara pengendara Revo, Nurhaliza (20), warga Desa Teupin Siron, kecamatan yang sama menghembuskan napas terakhir dalam perawatan di Rumah Sakit PT Arun Lhokseumawe. Sedangkan Agus Diana (20) dan M Haikal (4,5) yang dibonceng Nurhaliza mengalami luka-luka. Kemudian, kedua warga Teupin Siron itu dirawat di Puskesmas Gandapura.
Kasat Lantas Polres Bireuen, AKP Thomas Nurwanto melalui Kanit Lantas Ipda Martin Subakti mengatakan, dua sepmor yang terlibat tabrakan seusai shalat Insya itu rusak berat. “Soal kronologis kejadian yang sebenarnya sedang kita telusuri dari keterangan sejumlah warga yang kami periksa,” ujarnya.
Kapolres Bireuen, AKBP M Ali Kadhafi SIK melalui Kasat Lantas AKP Thomas Nurwanto meminta pengendara untuk lebih berhati-hati dan mengurangi kecepatan saat di jalan raya. Menurutnya, dalam dua hari terakhir tiga orang meninggal dalam laka lantas di wilayah hukum Polres Bireuen karena berbagai sebab. Salah satunya, karena kurang hati-hati dan pengendara melaju dengan kecepatan tinggi.
Menurutnya, jalan nasional dari Samalanga sampai Gandapura semakin hari semakin padat, apalagi pada jam-jam sibuk. Di sepanjang jalan itu, ada puluhan tikungan patah yang membahayakan pengendara bila tidak hati-hati. “Pengguna jalan jangan saling mendahului di jalan raya, terutama di kawasan padat kendaraan dan saat berbelok harus memastikan jalan dalam keadaan kosong,” harap Kasat Lantas AKP Thomas Nurwanto.(yus)